Jakarta, Ekoin.co – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss mendapat apresiasi dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun SBY juga mengingatkan Presiden Prabowo Subianto soal arti penting hadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
SBY menyebut bahwa kehadiran Prabowo di Davos sebagai kelanjutan tradisi politik luar negeri Indonesia yang aktif sejak era Presiden Soekarno. Kehadiran tersebut dinilai menegaskan posisi Indonesia dalam percaturan global.
Indonesia Ikut Rumuskan Solusi Persoalan Global
Keikutsertaan Presiden Prabowo di Davos menunjukkan keterlibatan Indonesia dalam membahas dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan dunia, mulai dari ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, hingga isu kemanusiaan dan keberlanjutan.
“Ketika presiden kita hadir, Indonesia ikut terlibat dalam mencari solusi dan memikirkan jalan terbaik bagi kebaikan dunia. Ini sejalan dengan tradisi politik luar negeri Indonesia yang aktif sejak era Presiden Soekarno, dan sejalan pula dengan amanat konstitusi kita,” kata SBY dikutip dari siaran pers, Minggu (25/1/2026).
Kehadiran Prabowo dalam forum pemimpin dunia tersebut mencerminkan kepemimpinan yang tanggap terhadap kompleksitas tantangan global saat ini.
“Saya memberikan pujian kepada Presiden Prabowo Subianto yang berkenan hadir dan berpartisipasi langsung di Davos. Kita sedang berada pada fase dunia yang kritis, fase yang menuntut kebersamaan, dialog, dan pemikiran kolektif dari para pemimpin global,” ujarnya.
Bawa Pesan Politik Indonesia
SBY menegaskan, partisipasi Prabowo di Davos juga mengirimkan pesan politik yang jelas bahwa Indonesia tidak berada di pinggiran, melainkan ikut berada di meja pengambilan keputusan global.
Ia pun menyampaikan optimisme atas peran yang diambil Presiden Prabowo dalam forum ekonomi internasional tersebut.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah game changer, sebuah momentum penting untuk mencegah hal-hal buruk terjadi di dunia,” kata SBY.
Namun SBY tetap mengingatkan bahwa arti penting Davos tidak berhenti pada kehadiran dan pernyataan politik semata, melainkan pada tindak lanjut nyata dari berbagai komitmen yang dibangun.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan agar komitmen global yang dibangun di Davos benar-benar berdampak nyata,” pungkasnya.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan pidato kunci yang memaparkan gagasan ekonomi yang telah dirancang dan dijalankannya.
WEF Davos tahun ini dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia. (*)





