EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA OPINI
Suku Minangkabau Di Sumatera Barat (Ist)

Suku Minangkabau Di Sumatera Barat (Ist)

Mengenal Minangkabau: Dua Kelarasan Adat, Demokrasi dan Hierarki yang Menyatu

Iwan Purnama oleh Iwan Purnama
25 Januari 2026
Kategori OPINI, SENI & BUDAYA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sumatera Barat, Ekoin.co — Masyarakat Minangkabau dikenal luas sebagai salah satu peradaban adat paling matang di Nusantara. Namun, kematangan itu bukan lahir dalam semalam.

Struktur sosial Minangkabau tumbuh melalui proses panjang yang berakar pada empat suku induk dan dua sistem adat—kelarasan—yang hingga kini menjadi fondasi kehidupan sosial di Ranah Minang.

Empat suku induk Minangkabau, yakni Bodi, Caniago, Koto, dan Piliang, bukan sekadar penanda genealogis, melainkan pilar pembentuk sistem sosial, politik, dan budaya. Dari empat suku inilah lahir dua kelarasan adat besar yang unik: satu berwatak demokratis, satu lagi hierarkis—namun keduanya hidup berdampingan.

Dua Tokoh, Dua Arah Pemikiran

Sejarah Minangkabau mencatat dua tokoh sentral dengan pemikiran besar yang membentuk arah tatanan adat.

Berita Menarik Pilihan

Wilmar Group dan Ujian Nyata Kedaulatan Hukum Indonesia, Masihkah Negara Kalah?

Mafia Tanah Menggurita: Saat Sertifikat BPN Berubah Jadi Instrumen Perampasan Hak Rakyat

Pertama, Datuk Perpatih Nan Sabatang, pemimpin suku Bodi dan Caniago. Ia merumuskan Kelarasan Bodi Caniago, sistem adat yang menjunjung tinggi demokrasi, kesetaraan, dan musyawarah. Filosofinya terangkum dalam pepatah adat:

“Duduak samo randah, tagak samo tinggi.”

Sebuah prinsip yang menegaskan bahwa setiap anggota masyarakat memiliki kedudukan setara, tanpa kasta, dan setiap keputusan lahir dari mufakat.

Di sisi lain, Datuk Katumanggungan, pemimpin suku Koto dan Piliang, membangun Kelarasan Koto Piliang yang bersifat hierarkis dan terstruktur. Sistem ini menempatkan kepemimpinan dalam jenjang yang jelas dengan filosofi:

“Bapucuak di ateh, baaka di bawah.”

Kepemimpinan dihormati, struktur dijaga, dan keteraturan menjadi kunci stabilitas.
Bukan Bertentangan, Justru Saling Menguatkan
Menariknya, dua kelarasan ini tidak pernah diposisikan saling meniadakan. Sejak awal, keduanya dirancang untuk saling melengkapi, menciptakan keseimbangan antara kebebasan dan keteraturan.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau telah mengenal pluralitas ideologi sejak berabad lalu—demokrasi dan hierarki berjalan berdampingan dalam satu payung adat. Sebuah pelajaran penting tentang toleransi pemikiran yang relevan hingga hari ini.

Dari Empat Menjadi Puluhan Suku

Seiring migrasi, pemekaran wilayah, dan dinamika zaman, empat suku induk Minangkabau berkembang menjadi sekitar 40 suku. Di antaranya Mandaliko, Jambak Singkuang, Malayu, dan lainnya.
Meski jumlah suku bertambah, setiap suku tetap berafiliasi pada salah satu dari dua kelarasan adat tersebut. Ini menegaskan bahwa perubahan tidak menghapus akar, melainkan memperkaya struktur sosial Minangkabau.

Matrilineal dan Warisan Kepemimpinan

Salah satu ciri khas Minangkabau adalah sistem kekerabatan matrilineal—garis keturunan ditarik dari pihak ibu. Sistem ini memastikan identitas suku, nilai adat, dan warisan pemikiran para datuk tetap lestari lintas generasi.

Menjadi orang Bodi, Caniago, Koto, atau Piliang bukan sekadar identitas, melainkan kebanggaan budaya yang terus dijaga.

Asal-usul Nama Minangkabau: Antara Tambo dan Ilmu

Asal-usul nama Minangkabau menyimpan beragam versi. Dalam Tambo Alam Minangkabau, nama ini dikaitkan dengan legenda adu kerbau melawan kerajaan asing. Dengan kecerdikan, masyarakat Minangkabau memenangkan adu tersebut menggunakan anak kerbau bertaji tajam (minang), yang kemudian melahirkan istilah “manang kabau” atau menang kerbau.

Namun para ahli juga menawarkan penjelasan ilmiah: Prof. R.M.N.G. Poerbatjaraka: Minangkabau berasal dari Minanga Tamwan.
Prof. Muhammad Hussein Nainar: dari Menon Khabu, berarti Tanah Pangkal atau Tanah Permai.
Prof. Van der Tuuk: dari Pinang Khabu, bermakna Tanah Asal atau Tanah Leluhur.
Sultan Muhammad Zain memperkuat rujukan tambo sebagai identitas kultural.
Legenda dan ilmu pengetahuan bertemu, membentuk identitas yang kaya makna.

Empat Suku Induk: Akar Budaya Minangkabau

Suku Bodi
Berasal dari kata bodhi (pencerahan), suku ini banyak tersebar di wilayah darek seperti Tanah Datar dan Lima Puluh Kota. Bodi berkerabat erat dengan Caniago.

Suku Caniago
Berwatak demokratis dan egaliter. Musyawarah menjadi napas kehidupan sosialnya.

Suku Koto
Berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti benteng. Menganut sistem aristokratis-militeris dan dipimpin Datuk Katumanggungan.

Suku Piliang
Gabungan kata pele (banyak) dan hyang (dewa), bermakna pilihan ilahi. Dahulu satu kesatuan dengan suku Koto dan tersebar luas hingga Riau.

Penutup
Minangkabau bukan hanya soal adat, tetapi peradaban berpikir. Dua kelarasan yang berbeda namun harmonis, sistem matrilineal yang kokoh, serta kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan jati diri menjadikan Minangkabau sebagai salah satu model masyarakat adat paling maju di Indonesia.
Di tengah modernitas yang kerap menggerus nilai, Minangkabau justru membuktikan: adat yang kuat bukan penghambat kemajuan, melainkan fondasinya. ()

Oleh: Marshal
(Pengamat Sosial Budaya dan Hukum Adat

Tags: demokrasiDua Kelarasan AdatHierarkiMengenal MinangkabauMenyatu
Post Sebelumnya

Detik-detik Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Ambruk di Hadapan Peti Jenazah Korban Pesawat ATR

Post Selanjutnya

Rakyat Lampung Menang Setelah Puluhan Tahun ‘Dijajah’ Raksasa Tebu

Iwan Purnama

Iwan Purnama

Berita Terkait

Wilmar Group membuka kembali pertanyaan lama yang belum juga terjawab di republik ini, sejauh mana negara benar-benar berdaulat ketika berhadapan dengan korporasi raksasa.

Wilmar Group dan Ujian Nyata Kedaulatan Hukum Indonesia, Masihkah Negara Kalah?

oleh Admin EKOIN.CO
21 Januari 2026
0

Wacana gugatan class action dan desakan agar pemerintah melakukan blacklisting terhadap Wilmar Group mencerminkan krisis kepercayaan terhadap mekanisme hukum formal.

Negara, melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN), seharusnya hadir sebagai penjaga keadilan agraria.

Mafia Tanah Menggurita: Saat Sertifikat BPN Berubah Jadi Instrumen Perampasan Hak Rakyat

oleh Admin EKOIN.CO
20 Januari 2026
0

Ketika negara gagal melindungi hak paling dasar warganya atas tanah, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik, melainkan juga fondasi...

Wilmar Disinyalir Lakukan Kejahatan Perampasan Lahan, Bukti Negara Abaikan Perlindungan Hak Rakyat

Wilmar Disinyalir Lakukan Kejahatan Perampasan Lahan, Bukti Negara Abaikan Perlindungan Hak Rakyat

oleh Noval Verdian
19 Januari 2026
0

Oleh : Sri Radjasa MBA Pemerhati Intelijen Jakarta, Ekoin.co - Kehadiran Satgas Penertiban Kawasan Hutan, dengan semboyan “Peduli hutan demi...

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat berziarah di Kompleks Makam Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat, tempat peristirahatan terakhir pahlawan nasional Cut Nyak Dien.

Fadli Zon Ziarahi Makam Cut Nyak Dien di Sumedang, Warisan Perlawanan Aceh Kembali Disuarakan

oleh Iwan Purnama
18 Januari 2026
0

Kompleks Makam Gunung Puyuh dikenal sebagai kawasan pemakaman bangsawan Sumedang, sekaligus destinasi wisata sejarah yang menyimpan nilai religius dan kebudayaan...

Post Selanjutnya
Hamparan perkebunan tebu di Lampung yang sebelumnya dikuasai anak usaha Sugar Group Companies. Pemerintah resmi mencabut HGU lahan seluas 85 ribu hektare tersebut karena terbukti berdiri di atas tanah milik TNI AU. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Rakyat Lampung Menang Setelah Puluhan Tahun 'Dijajah' Raksasa Tebu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.