Tanpa Libur di Awal Ramadan, PSIM Geser Jadwal Latihan Demi Jaga Performa di Super League

Dengan skema ini, manajemen berharap pemain muslim tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara khusyuk, tanpa mengorbankan kesiapan fisik dan performa tim di lapangan.
Skuat Laskar Mataram PSIM Yogyakarta saat menjalani sesi latihan sore di bawah arahan tim pelatih. Penyesuaian jadwal dilakukan agar para pemain dapat langsung berbuka puasa tepat setelah latihan berakhir. (Foto: Dok. PSIM Media/Istimewa)

Yogyakarta, Ekoin.co – Memasuki bulan suci Ramadan, PSIM Yogyakarta memilih tetap tancap gas. Tanpa meliburkan pemain, manajemen Laskar Mataram melakukan penyesuaian jam latihan demi menjaga kondisi fisik sekaligus memberi ruang bagi pemain yang menjalankan ibadah puasa.

Latihan Digelar Sore, Dekati Waktu Berbuka

Manajemen PSIM Yogyakarta bersama tim pelatih resmi menggeser jadwal latihan ke sore hari selama Ramadan. Langkah ini diambil agar para pemain tetap bisa berlatih optimal tanpa mengganggu ibadah puasa.

Manajer PSIM, Razzi Taruna, menjelaskan sebelumnya tim lebih sering berlatih pagi untuk menghindari hujan deras yang kerap turun pada sore hari di Yogyakarta.

“Kemarin kami banyak latihan pagi dikarenakan sore biasanya hujan di Yogyakarta. Namun, khusus memasuki bulan puasa ini, jadwal latihan resmi kami kembalikan lagi ke sore hari agar lebih kondusif bagi seluruh tim,” ujar Razzi.

Jam latihan pun digeser dari pukul 15.30 WIB menjadi 16.00 WIB. Dengan begitu, sesi latihan akan berakhir mendekati waktu berbuka puasa.

“Sehingga saat sesi latihan berakhir, waktunya bisa langsung bertepatan dengan jam buka puasa,” tambahnya.

Jadwal Padat, Fokus Hadapi Bali United dan PSBS Biak

Meski ada penyesuaian waktu, PSIM memastikan tidak ada libur khusus di awal Ramadan. Keputusan itu diambil lantaran jadwal kompetisi BRI Super League 2025/26 yang cukup padat.

Dalam waktu dekat, Laskar Mataram sudah ditunggu laga penting melawan Bali United FC pada Senin (23/2), kemudian dilanjutkan menghadapi PSBS Biak pada Jumat (27/2).

Razzi menegaskan, tim harus tetap menjaga ritme permainan demi meraih hasil maksimal di tengah persaingan ketat liga.

Dengan skema ini, manajemen berharap pemain muslim tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara khusyuk, tanpa mengorbankan kesiapan fisik dan performa tim di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini