Bangkit di Jepara: Misi Penebusan Persebaya Usai Rekor 13 Laga Tanpa Kekalahan Tumbang
Surabaya, Ekoin.co – Persebaya Surabaya membawa bara dalam dada saat bersiap menantang Persijap Jepara pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/26.
Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2) malam WIB, bukan sekadar pertandingan tandang biasa—ini adalah panggung penebusan setelah rekor 13 laga tak terkalahkan mereka runtuh.
Kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan sebelumnya menjadi tamparan keras. Bukan hanya kehilangan poin, tetapi juga harga diri di hadapan Bonek dan Bonita. Kini, Bajol Ijo bertekad menjawabnya dengan kemenangan di Jepara.
Amarah yang Diubah Jadi Energi
Bek senior Leo Lelis tak menampik bahwa suasana ruang ganti selepas kekalahan dipenuhi emosi. Namun, alih-alih larut dalam penyesalan, tim memilih menjadikannya sebagai bahan bakar.
“Kekalahan adalah hal yang tidak menyenangkan. Jadi kami menantikan pertandingan berikutnya agar kami dapat mengubah situasi dan meraih tiga poin untuk membawa suasana positif bagi tim secepat mungkin,” ujarnya
Menurut pemain asal Brasil itu, respons terbaik atas kekalahan adalah kerja keras. Intensitas latihan ditingkatkan, komunikasi diperkuat, dan fokus diarahkan sepenuhnya untuk laga tandang kali ini.
“Kami bekerja sangat keras karena jawaban terbaik untuk kekalahan adalah dengan bekerja keras, dan terus bekerja dengan lebih keras,” tegasnya.
Rivera Siap Pimpin Irama Permainan
Di lini tengah, Francisco Rivera kembali menjadi tumpuan. Gelandang asal Meksiko itu memastikan kondisi tim tetap solid meski beberapa pemain harus absen karena cedera. Baginya, situasi tersebut justru membuka kesempatan bagi pemain lain untuk membuktikan diri.
“Kami tahu ada beberapa pemain yang absen karena cedera. Tapi semua pemain ingin membuktikan kesempatan ini dengan meraih tiga poin di Jepara,” kata Rivera.
Ia menolak terbuai statistik kandang Persijap yang musim ini baru mengoleksi tiga kemenangan dari 21 laga. Menurutnya, angka tak selalu menggambarkan karakter tim saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
“Persijap adalah tim yang sulit dikalahkan di kandang. Meski begitu, kami akan bekerja keras untuk meraih tiga poin,” ucapnya.
Modal Manis, Tekanan Berbeda
Persebaya memang punya kenangan manis atas Persijap musim ini. Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajol Ijo tampil dominan dan menang telak 4-0—Rivera turut menyumbang gol dalam pesta tersebut.
Namun laga tandang selalu menghadirkan cerita berbeda. Atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini diprediksi panas, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan hasil maksimal untuk memperbaiki posisi klasemen.
“Setiap pertandingan berbeda. Kami menghormati setiap tim, tapi kami ingin tiga poin,” tandas Rivera.
Dengan kombinasi determinasi Leo Lelis di lini belakang dan kreativitas Rivera di tengah, Persebaya datang ke Jepara membawa satu misi jelas: bangkit, menebus luka, dan kembali ke jalur kemenangan. (*)






















Tinggalkan Balasan