Inter Milan Tundukkan Lecce 2-0 Lewat Skema Bola Mati

Akmal Solihannoer Yudi Permana Akmal Solihannoer
Inter Milan Tundukkan Lecce 2-0 Lewat Skema Bola Mati

Lecce, Ekoin.co — Inter Milan meraih kemenangan 2-0 atas US Lecce dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Via del Mare, Lecce, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.

Hasil ini memastikan Inter membawa pulang tiga poin dari laga tandang. Dua gol tim tamu seluruhnya lahir melalui situasi sepak pojok pada babak kedua.

Sejak awal pertandingan, Inter mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola tim asuhan Cristian Chivu mencapai 67 persen pada babak pertama. Selain itu, Nerazzurri mencatatkan 14 percobaan sepanjang paruh pertama laga. Kendati demikian, tidak satu pun peluang tersebut berbuah gol hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Inter sempat mencetak gol pada menit ke-51 melalui Federico Dimarco. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR) karena terindikasi offside dalam proses terjadinya gol.

Tekanan Inter terus berlanjut setelah gol yang dibatalkan itu. Sementara itu, Lecce berupaya mempertahankan kedisiplinan lini belakangnya. Hingga memasuki menit ke-60, tuan rumah masih mampu menjaga skor tetap imbang tanpa gol.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-75. Berawal dari situasi sepak pojok, bola yang mengarah ke kotak penalti Lecce berhasil disambut Henrikh Mkhitaryan dengan tendangan kaki yang mengarah ke gawang. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Inter.

Tujuh menit kemudian, Inter kembali memaksimalkan skema bola mati. Kali ini, Manuel Akanji mencatatkan namanya di papan skor setelah menanduk bola hasil sepak pojok. Sundulan bek tersebut memperbesar keunggulan tim tamu menjadi 2-0 pada menit ke-82.

Hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol dari kedua tim. Lecce tidak mampu mengejar ketertinggalan, sedangkan Inter mempertahankan keunggulan dua gol sampai peluit panjang dibunyikan wasit.

Berdasarkan statistik resmi pertandingan, Inter unggul dalam penguasaan bola serta jumlah peluang. Keunggulan dalam duel udara dan efektivitas pada situasi bola mati menjadi faktor pembeda dalam laga ini.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, dalam keterangan pascalaga menyatakan bahwa timnya tetap fokus meskipun sempat mengalami gol yang dianulir. “Kami tetap tenang setelah gol dibatalkan. Para pemain terus menjalankan rencana permainan dan akhirnya bisa mencetak gol dari situasi yang kami latih,” ujarnya dalam konferensi pers resmi klub.

Di sisi lain, perwakilan Lecce menyebut timnya telah berupaya bertahan sebaik mungkin. “Kami mencoba menjaga organisasi permainan, terutama di lini belakang. Namun, Inter memanfaatkan peluang dari bola mati dengan sangat baik,” kata salah satu staf pelatih Lecce.

Tambahan tiga poin membuat Inter semakin kukuh di puncak klasemen sementara Serie A dengan raihan 64 poin. Sementara itu, Lecce tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi 24 poin.

Susunan pemain dalam pertandingan tersebut adalah sebagai berikut:

Lecce: Falcone; Danilo Veiga, Kialonda Gaspar, Tiago Gabriel, Gallo; Coulibaly, Ramadani, Gandelman; Sottil, Pierotti, Cheddira.

Inter Milan: Sommer; Bisseck, De Vrij, Bastoni; Zielinski, Susic, Frattesi, Dimarco, Luis Henrique, Esposito, Thuram.

Kemenangan ini memperpanjang tren positif Inter dalam persaingan perebutan gelar musim ini, sedangkan Lecce masih harus berjuang menjauh dari zona degradasi pada pekan-pekan berikutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini