Harga Minyak Global Meroket, Bahlil: Pertalite Tetap Aman hingga Idul Fitri

Lonjakan harga minyak dunia sendiri terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Laporan media internasional menyebut harga minyak mentah jenis Brent sempat menyentuh level US$118 per barel, tertinggi sejak 17 Juni 2022.
Petugas mengisi bahan bakar kendaraan di salah satu SPBU milik Pertamina. Dewan Energi Nasional memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan masyarakat diminta tidak panik.

Jakarta, Ekoin.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus US$118 per barel.

Bahlil menegaskan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi, terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaAllah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Selain menjamin harga tetap stabil, Bahlil juga memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Pasokan tidak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, tidak ada kendala,” ujarnya.

Lonjakan harga minyak dunia sendiri terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Laporan media internasional menyebut harga minyak mentah jenis Brent sempat menyentuh level US$118 per barel, tertinggi sejak 17 Juni 2022.

Kenaikan tersebut dipicu oleh eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Ketegangan meningkat sejak serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer dan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah target yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Situasi semakin memanas setelah pada Minggu (8/3/2026) Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya, termasuk Depo Minyak Shahran yang dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan minyak dunia, yang berdampak pada lonjakan harga komoditas energi di pasar internasional.

Meski demikian, pemerintah Indonesia memastikan stabilitas harga BBM bersubsidi tetap terjaga agar tidak membebani masyarakat di tengah momentum Ramadan dan Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini