Dihantui Gejolak Pasar Global, BI Tak Kenal Libur Lebaran, 24 Jam Jaga Rupiah
Jakarta, Ekoin.co – Deputi Gubernur BI Destry Damayanti memastikan bank sentral terus memantau perkembangan situasi perkembangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
BI akan menjaga stabilitas rupiah selama 24 jam penuh sepanjang libur Lebaran 2026.
Destry Damayanti menjelaskan meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berjalan dan fluktuasinya dapat berdampak pada ekonomi Indonesia. Bank sentral akan terus memantau pergerakan rupiah terhadap dolar AS melalui mekanisme Non-Deliverable Forward (NDF).
“Memang pasar domestik kan tutup, tapi pasar di luar itu tidak tutup. Nah ini yang kami terus berjaga-jaga, 24 jam kami terus memantau pasar untuk dolar,” ujar Destry saat konferensi pers daring usai Rapat Dewan Gubernur BI, dikutip Rabu (18/3).
Kewaspadaan terhadap pergerakan kurs menjadi krusial karena perang di Timur Tengah telah meningkatkan ketidakpastian pasar global, memicu aliran modal asing keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Maret 2026 BI mencatat, investasi portofolio di Indonesia mencatat net outflows sebesar US$1,1 miliar, berbalik arah dari net inflows US$1,6 miliar pada periode Januari-Februari 2026.
“Dengan premium risk yang makin meningkat karena adanya ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka untuk emerging market, semua mata uang itu terpuruk,” jelas Destry.
Data BI menunjukkan nilai tukar rupiah pada 16 Maret 2026 tercatat Rp 16.985 per dolar AS, melemah 1,29 persen dibanding akhir Februari 2026.
Pelemahan ini sejalan dengan tren regional, seperti India yang melemah 1,52 persen, Filipina 3,71 persen, dan Thailand 4,47 persen.
“Artinya, kita di kawasan ini memang menghadapi permasalahan yang sama,” ujar Destry.
Pada Selasa sore kemarin, nilai tukar rupiah berada di level Rp16.997 per dolar AS pada Rabu (17/3) sore. (*)























Tinggalkan Balasan