EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Warga Antre Panjang Demi Beras Murah

Warga Antre Panjang Demi Beras Murah

GPM di Musi Banyuasin belum mampu menekan harga beras secara signifikan. Warga miskin masih harus antre panjang untuk mendapatkan beras murah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
16 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

MUSI BANYUASIN, EKOIN.CO – Harga beras di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kembali memantik perhatian publik. Meski Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar secara serentak di 17 kota dan kabupaten, warga miskin masih mengeluhkan harga yang tetap mencekik.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN di sini

Kapolda Sumsel Irjen Pol Andrian Jayadi pada Jumat, 15 Agustus 2025, secara resmi membuka GPM. Dalam keterangannya, ia menegaskan ratusan ton beras telah disiapkan demi menstabilkan harga dan membantu masyarakat kurang mampu.

“Kami siapkan ratusan ton beras,” ujar Irjen Andrian, dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.

GPM Digelar Serentak, Ratusan Ton Beras Disalurkan

Acara GPM di Musi Banyuasin menjadi salah satu titik distribusi utama. Berbagai daerah di Sumatera Selatan turut menggelar program ini secara bersamaan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu memotong rantai distribusi dan menekan harga beras di pasaran.

Namun kenyataan di lapangan tak semudah itu. Antrean panjang tak terhindarkan. Warga harus datang sejak pagi untuk mendapatkan bagian. Persaingan pun ketat karena ribuan orang berebut kupon pembelian beras murah.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Bahkan, tak sedikit yang membawa keluarga besar atau tetangga demi menambah peluang mendapatkan jatah. Meski GPM disebut sebagai solusi sementara, banyak warga menilai efeknya belum signifikan terhadap kestabilan harga beras secara umum.

Keluhan Warga Miskin di Tengah Antrean Panjang

Seorang warga, Wisda Winata, mengaku datang dengan membawa 30 orang tetangganya. Tujuannya sederhana: memastikan semua mendapat beras murah. Wisda mengungkapkan rasa syukurnya, namun berharap program ini tak berhenti begitu saja.

“Semoga program ini tidak berhenti,” ucap Wisda pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Harga beras di pasaran Muba memang melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling terdampak. Bagi mereka, setiap selisih harga sangat berarti dalam menjaga keberlangsungan dapur keluarga.

Selain itu, distribusi yang terbatas membuat banyak warga tak kebagian meskipun sudah mengantre berjam-jam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya ketegangan di masyarakat jika pasokan beras tak segera ditambah.

Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian berjanji akan terus memantau distribusi GPM. Harapannya, program ini bisa menjadi jembatan sementara sebelum kebijakan stabilisasi harga beras permanen diterapkan.


Program GPM di Musi Banyuasin membawa angin segar bagi sebagian warga, namun belum mampu menjadi solusi penuh bagi masalah harga beras yang tinggi. Distribusi terbatas dan tingginya permintaan membuat antrean panjang tak terhindarkan.

Diperlukan penambahan pasokan beras murah secara berkelanjutan, evaluasi distribusi agar tepat sasaran, serta langkah stabilisasi harga yang lebih permanen demi melindungi warga miskin dari tekanan harga pangan. Pemerintah juga perlu menggandeng pihak swasta dan petani lokal untuk memastikan pasokan beras mencukupi. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BerasGPMharga berasMusi BanyuasinSumatera Selatanwarga miskin
Post Sebelumnya

Hubungan Normalisasi Saudi-Israel Masih Dalam Pernyataan Terjalin Tidaknya

Post Selanjutnya

PK Jessica Wongso Lagi-Lagi Ditolak MA

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
PK Jessica Wongso Lagi-Lagi Ditolak MA

PK Jessica Wongso Lagi-Lagi Ditolak MA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.