Panduan Lengkap Puasa Syawal: Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Jakarta, Ekoin.co – Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Dengan demikian, umat Islam dapat mulai melaksanakan puasa Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.
Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal. Secara umum, tata caranya sama seperti puasa sunnah lainnya, yakni dengan berniat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Berikut panduan lengkap puasa Syawal:
1. Waktu Pelaksanaan
Puasa Syawal dapat dimulai sejak tanggal 2 Syawal, karena pada 1 Syawal umat Islam diharamkan berpuasa.
Pelaksanaannya tidak harus berurutan. Enam hari puasa bisa dilakukan berturut-turut maupun terpisah selama bulan Syawal. Namun, melaksanakannya secara berurutan setelah Idul Fitri dinilai lebih utama.
2. Bacaan Niat
Niat puasa Syawal dapat dilakukan di dalam hati sejak malam hari hingga sebelum waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Niat di Malam Hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”
Niat di Siang Hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.”
3. Ketentuan dengan Utang Puasa (Qadha)
Para ulama menganjurkan untuk mendahulukan pembayaran utang puasa Ramadan (qadha) sebelum melaksanakan puasa Syawal, karena qadha bersifat wajib.
Puasa Syawal memiliki keutamaan besar, di antaranya pahala seperti berpuasa selama setahun penuh bagi yang melaksanakannya setelah Ramadan.























Tinggalkan Balasan