Kontroversi Video Call LC dengan Bupati Situbondo, Publik Terbelah

Video tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @masrio.bupatiku. Dalam percakapan itu, seorang wanita yang mengaku perwakilan LC mengeluhkan kondisi para pekerja hiburan malam yang kehilangan penghasilan akibat penutupan kafe selama bulan Ramadan.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat melakukan video call dengan perwakilan LC yang viral di media sosial.

Jakarta, Ekoin.co – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menjadi sorotan publik usai video dirinya melakukan panggilan video dengan seorang Lady Companion (LC) viral di media sosial.

Video tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @masrio.bupatiku. Dalam percakapan itu, seorang wanita yang mengaku perwakilan LC mengeluhkan kondisi para pekerja hiburan malam yang kehilangan penghasilan akibat penutupan kafe selama bulan Ramadan.

“Pak Rio, mau bertanya pak. Kapan kafe di Situbondo dibuka? Dikarenakan LC, janda-janda, nggak kerja sama sekali pak,” ujar wanita tersebut dalam video call.

Ia juga menanyakan kemungkinan kafe kembali dibuka saat malam takbiran.

Menanggapi hal tersebut, Rio yang akrab disapa Mas Rio tidak langsung menjawab soal pembukaan kafe. Ia justru menawarkan solusi alternatif dengan mengajak para LC beralih ke pekerjaan lain.

“Cari kerja lain lah, mau?” ujar Rio.

Wanita tersebut kemudian mengaku siap jika diberikan pekerjaan baru. Rio pun berinisiatif untuk mendata jumlah LC di wilayah tersebut agar dapat dicarikan solusi.

“Ya kumpulkan semua LC, saya carikan pekerjaan lain. Beneran ya. Ada berapa yang dari Situbondo?” katanya.

Wanita itu menyebut jumlah LC di daerahnya cukup banyak, bahkan lebih dari 50 orang.

Menanggapi hal itu, Rio kembali menegaskan komitmennya untuk membantu para LC beralih profesi, termasuk dengan memberikan pelatihan keterampilan.

“Sudah berhenti saja jadi LC ya. Cari kerja lain saja, nanti dilatih,” tegasnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah daerah dalam memberikan solusi sosial di tengah kebijakan penutupan tempat hiburan selama Ramadan, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi para pekerja terdampak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini