EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Kredit UMKM Lesu, Bank Ungkap Penyebab

Kredit UMKM Lesu, Bank Ungkap Penyebab

Kredit UMKM nasional Juli 2025 hanya tumbuh 1,6% YoY, menunjukkan perlambatan signifikan. Perbankan menegaskan kredit UMKM tetap jadi fokus meski pertumbuhan terbatas.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
14 September 2025
Kategori EKOBIS, UMKM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA EKOIN.CO – Penyaluran kredit UMKM sepanjang Juli 2025 tercatat masih melambat, dengan pertumbuhan hanya 1,6% secara tahunan (YoY). Angka ini menunjukkan pelemahan dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 2,0% YoY, sekaligus jauh tertinggal dari capaian Juli 2024 yang sempat tumbuh 5,1% YoY.
Gabung WA Channel EKOIN di sini

Berdasarkan data Bank Indonesia, total penyaluran kredit UMKM per Juli 2025 mencapai Rp 1.397,4 triliun. Nilai ini turun tipis 0,5% dibandingkan Juni 2025 yang masih sebesar Rp 1.404 triliun. Perlambatan ini memperlihatkan tantangan yang masih dihadapi sektor usaha kecil dan menengah dalam mendapatkan akses pembiayaan.

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan, menjelaskan bahwa perlambatan terutama terjadi di kota-kota besar akibat daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. “Kami lihat pertumbuhan masih baik di kota-kota tingkat dua yang lebih kecil. Di kota besar utama yang terlihat melambat, sehubungan daya beli masyarakat yang relatif masih tertekan,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

Kredit UMKM Masih Jadi Fokus Perbankan

Meski pertumbuhan terbatas, sejumlah bank menegaskan komitmennya untuk tetap mendorong kredit UMKM. CIMB Niaga mencatat kredit UMKM per Juli 2025 masih tumbuh 7% YoY. Sementara itu, PT Bank Sahabat Sampoerna juga menunjukkan tren yang serupa dengan data industri.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menuturkan bahwa pihaknya lebih mengutamakan menjaga kualitas pinjaman. “Kondisi menantang yang dihadapi UMKM menjadikan kami lebih memprioritaskan untuk menjaga kualitas pinjaman dari pada memacu pertumbuhan,” jelasnya.

Berita Menarik Pilihan

Target Ambisius Koperasi Desa Merah Putih: Baru Rampung 680 Unit, Kejar 29 Ribu di Bulan April

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

Bank Sampoerna hingga Juni 2025 mencatatkan porsi kredit UMKM sebesar 64% dari total penyaluran. Angka ini menandakan fokus kuat bank tersebut pada sektor usaha mikro dan kecil sebagai inti layanan perbankan mereka.

Optimisme di Daerah dan Strategi Perbankan

Di wilayah lain, Bank BPD DIY menyampaikan bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung. Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto, menyebut outstanding kredit UMKM Agustus 2025 mencapai Rp 2,055 triliun, naik 12% YoY dari periode sama tahun lalu. “Bank BPD DIY sangat bertumpu pada sektor UMKM, yang saat ini telah mencapai 63% dari komposisi kredit produktif,” katanya.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga melaporkan pertumbuhan positif. Kredit UMKM BCA per Juni 2025 meningkat 12,6% YoY menjadi Rp 136 triliun. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan komitmen bank untuk memaksimalkan penyaluran pembiayaan lewat kanal digital dan rantai pasok. “BCA berkomitmen memaksimalkan berbagai kanal penyaluran pembiayaan, digitalisasi, serta optimalisasi rantai pasok buyer atau mitra secara pruden,” ujarnya.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai pertumbuhan kredit UMKM sulit berkembang karena daya beli masyarakat masih lemah. Selain itu, mayoritas UMKM belum masuk kategori bankable akibat masih beroperasi secara informal.

Menurutnya, perbaikan sisi permintaan harus segera dilakukan. Ia merekomendasikan sejumlah langkah seperti pemberian insentif ekonomi pada kuartal IV, kemudahan formalisasi UMKM, pemberantasan pungli, penyediaan kredit bunga subsidi, serta kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih agar tidak mematikan usaha lokal.

Keseluruhan kondisi ini memperlihatkan bahwa meski kredit UMKM menjadi perhatian perbankan, tantangan struktural dan lemahnya permintaan domestik masih menjadi penghambat utama. Dukungan pemerintah dan kebijakan strategis dinilai sangat dibutuhkan untuk memperbaiki momentum pertumbuhan kredit sektor UMKM. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Bank SampoernaBCACIMB Niagadaya belikredit UMKMPerbankan
Post Sebelumnya

Buruh Desak Keberlangsungan Industri Tembakau

Post Selanjutnya

Empat Pesan Politik Keras untuk Prabowo

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ilustrasi. Foto: klampok.id

Target Ambisius Koperasi Desa Merah Putih: Baru Rampung 680 Unit, Kejar 29 Ribu di Bulan April

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menekankan bahwa ketersediaan lahan menjadi faktor kunci kelancaran proyek di daerah. Selama lahan siap digunakan, proses konstruksi dapat berjalan...

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal ngejar 40 perusahaan yang beroperasi di sektor baja yang terindikasi mangkir...

Finish di Zona Merah, Sejumlah Faktor Jadi Biang Keladi Pemberat Laju IHSG

Perdagangan Sesi Sore IHSG Ditutup Melemah Akibat Koreksi Bursa Global

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia tak serta merta mempertahankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia...

Post Selanjutnya
Empat Pesan Politik Keras untuk Prabowo

Empat Pesan Politik Keras untuk Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.