EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Mafia Impor Tekstil Dituding Libatkan Pejabat

Mafia Impor Tekstil Dituding Libatkan Pejabat

Mafia impor tekstil dituding melibatkan pejabat Kemenperin. Industri lokal kian terhimpit akibat banjir barang impor murah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 September 2025
Kategori EKOBIS, INDUSTRI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Polemik impor tekstil kembali mencuat setelah Majelis Rayon Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyampaikan kritik keras terhadap Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Dalam pernyataan resminya pada Senin, 22 September, KAHMI menuding sejumlah pejabat Kemenperin ikut terlibat dalam jaringan mafia impor tekstil yang selama ini merugikan industri dalam negeri. Gabung WA Channel EKOIN di sini.

Direktur Eksekutif KAHMI, Agus Riyanto, mengungkapkan bahwa harapan terhadap kebijakan pengetatan impor tekstil semakin tipis. Menurutnya, kepentingan kelompok tertentu terlalu kuat untuk dibendung. “Kemenperin pasti akan mengikuti permintaan mereka karena beberapa oknum pejabat Kemenperin terlibat aktif dalam jaringan mafia ini,” ujar Agus.

Agus menekankan bahwa lemahnya pengawasan dan praktik persekongkolan dalam impor tekstil sudah berlangsung lama. Akibatnya, industri lokal kesulitan bersaing di pasar dalam negeri. Barang impor membanjiri pasar dengan harga murah, sementara produksi nasional justru tertekan.

Jaringan mafia impor tekstil melemahkan industri nasional

KAHMI menilai mafia impor tekstil bukan hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga mengancam tenaga kerja di sektor manufaktur. Ribuan pekerja terancam kehilangan lapangan pekerjaan jika produk lokal terus digusur oleh barang impor murah.

Agus menambahkan bahwa jaringan mafia impor tekstil melibatkan banyak aktor, termasuk pejabat yang memiliki kewenangan menentukan kuota impor. Hal ini membuat aturan seolah berpihak pada importir besar ketimbang pengusaha lokal.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, industri tekstil nasional akan semakin sulit bertahan. Kita akan menyaksikan banyak pabrik tutup, dan pengangguran semakin meningkat,” jelas Agus.

Kritik KAHMI tersebut mempertegas kekhawatiran pelaku usaha yang selama ini meminta pemerintah lebih serius menata tata kelola impor. Mafia impor disebut sebagai salah satu faktor utama yang membuat harga bahan baku dalam negeri tidak kompetitif.

Pernyataan KAHMI ini mempertebal suara serupa dari sejumlah asosiasi pengusaha tekstil. Mereka menyuarakan keresahan yang sama, bahwa mafia impor sudah mengakar hingga sulit disentuh hukum.

Dorongan transparansi untuk tekan mafia impor tekstil

Pengusaha berharap pemerintah menindak tegas praktik persekongkolan dan memperbaiki tata niaga impor tekstil. Transparansi data impor menjadi salah satu hal yang terus didesakkan, agar tidak ada ruang gelap yang dimanfaatkan mafia.

KAHMI juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menelusuri dugaan keterlibatan pejabat Kemenperin. Menurut Agus, tanpa tindakan tegas, mafia impor akan semakin kuat dan sulit diberantas.

“Ini soal keberpihakan negara pada rakyatnya. Apakah kita rela melihat industri tekstil nasional hancur hanya karena kepentingan segelintir orang?” tegas Agus.

Desakan itu mendapat dukungan dari kalangan akademisi yang menilai reformasi kebijakan impor harus segera dilakukan. Mereka menilai mafia impor tekstil sudah lama beroperasi dengan pola terorganisir.

Selain merugikan industri dan pekerja, keberadaan mafia impor juga berpotensi mengurangi pendapatan negara karena praktik ilegal dalam perizinan.

Pemerintah sendiri sebelumnya berjanji akan menata ulang tata niaga impor. Namun hingga kini, realisasi kebijakan yang menjanjikan perlindungan pada industri lokal masih minim.

Industri tekstil dalam negeri sejatinya memiliki kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan nasional. Namun banjirnya produk impor membuat produksi lokal tersendat dan nilai investasi di sektor ini ikut melemah.

Kasus dugaan mafia impor tekstil menegaskan adanya masalah serius dalam tata kelola perdagangan di Indonesia. Tuduhan keterlibatan pejabat Kemenperin memperlihatkan bahwa persoalan ini tidak hanya sebatas praktik bisnis, melainkan juga menyentuh integritas birokrasi.

Jika benar terbukti, mafia impor tekstil telah merampas peluang industri nasional untuk berkembang. Barang impor murah yang masuk tanpa kendali merugikan ribuan pelaku usaha dan pekerja.

Kritik keras dari KAHMI menjadi peringatan bahwa pemerintah tidak bisa lagi menunda reformasi impor. Tanpa tindakan nyata, mafia impor akan semakin kuat menancapkan pengaruhnya.

Upaya transparansi, pengawasan ketat, dan penindakan hukum harus menjadi prioritas utama. Industri tekstil nasional hanya bisa bertahan jika pemerintah benar-benar berpihak pada produksi dalam negeri.

Masyarakat, pengusaha, dan akademisi berharap pemerintah segera menunjukkan langkah konkret. Mafia impor tekstil harus diberantas demi menjaga keberlangsungan industri, tenaga kerja, dan kedaulatan ekonomi nasional. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: ekonomi nasionalimpor tekstilindustri tekstilKAHMIKemenperinmafia impor tekstil
Post Sebelumnya

Pengumuman Seleksi Lanjutan PMO KDKMP Mulai 22 September

Post Selanjutnya

Purbaya: Tax Amnesty Rusak Kredibilitas

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Purbaya: Tax Amnesty Rusak Kredibilitas

Purbaya: Tax Amnesty Rusak Kredibilitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.