Jakarta, Ekoin.co – Produk Pintu Futures milik PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mencatatkan pertumbuhan Monthly Trading Users (MTU) hampir 500% secara year-on-year (YoY) pada kuartal IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Ini menandakan, perdagangan derivatif crypto kian diminati oleh masyarakat Indonesia.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad mengungkapkan bahwa performa positif ini tidak hanya ditunjukkan dari kenaikan signifikan MTU, namun secara volume trading. Perdagangan derivatif crypto di Pintu Futures meningkat dalam periode yang sama yakni kuartal IV 2025 dibandingkan dengan kuartal IV 2024 naik lebih dari 370%.
Bahkan masih dalam periode tersebut, frekuensi perdagangan juga ikut naik lebih dari 300%.
“Kenaikan lainnya juga diperlihatkan dari pengguna aktif yang turut meningkat sebesar 226%, serta frekuensi deposit naik lebih dari 450%,” kata Iskandar kepada media, Senin (19/1).
Iskandar menambahkan, perdagangan derivatif crypto ini membuka kesempatan bagi trader untuk mengoptimalkan strategi trading dalam berbagai kondisi pasar.
Trader, kata Iskandar, dapat mengambil posisi long maupun short sesuai dengan analisis dan strategi masing-masing.
“Selain itu, kami juga menyediakan platform edukasi gratis melalui Pintu Academy yang dapat diakses melalui situs pintu.co.id maupun aplikasi PINTU, sebagai bekal bagi trader sebelum melakukan perdagangan futures atau derivatif crypto,” kata Iskandar.
Melengkapi perjalanan trading derivatif crypto, Pintu Futures sudah dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang terus dihadirkan untuk memberikan kemudahan trading.
“Kami optimis, berbagai inisiatif dan produk inovatif yang kami hadirkan, dapat terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif crypto menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di Indonesia,” ujar Iskandar.
Dikutip dari Coinglass, sepanjang tahun 2025 kemarin, total perdagangan derivatif crypto secara global mencapai US$85,70 triliun atau sekitar Rp1.445 kuadriliun. Ruang untuk tumbuhnya masih sangat besar, secara nasional, perdagangan derivatif crypto menurut bursa kripto CFX dari September 2024 sampai September 2025 baru mencapai Rp73,8 triliun.
Dan masyarakat secara umum sudah mengetahui bahwa derivatif crypto bersifat high risk high return.
“Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading futures crypto, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR) karena semua keputusan investasi atau trading adalah tanggung jawab setiap trader atau investor,” kata Iskandar. (*)





