Jakarta, Ekoin.co — Industri alas kaki nasional kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung sektor padat karya sekaligus penyangga stabilitas ekonomi nasional.
Di tengah tekanan global dan ketidakpastian pasar dunia, sektor ini justru menunjukkan ketangguhan serta daya saing yang terus terjaga.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XI Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) yang digelar secara virtual, Rabu (21/1/2026).
Airlangga menyebut industri alas kaki berkontribusi sekitar 1,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan pada kuartal III 2025.
Selain itu, sektor ini menyerap sekitar 921 ribu tenaga kerja per Februari 2025, menjadikannya salah satu penopang utama ekonomi rakyat dan stabilitas sosial nasional.
“Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, industri alas kaki Indonesia terbukti resilien. Sepanjang 2024, ekspor alas kaki tumbuh 13,13 persen dan menembus USD7,28 miliar,” ujar Airlangga.
Tak hanya dari sisi ekspor, kepercayaan investor asing terhadap industri ini juga terus menguat. Sepanjang 2024, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor alas kaki mencapai USD859 juta.
Hingga Semester I 2025, nilai investasi telah menyentuh USD803 juta. Tingkat utilisasi industri yang konsisten di atas 80 persen dinilai menjadi sinyal kuat berjalannya kapasitas produksi secara optimal.
Meski demikian, Airlangga mengingatkan adanya tantangan eksternal yang perlu diantisipasi, terutama kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat sebesar 19 persen yang berpotensi memengaruhi kinerja ekspor.
Untuk menjaga daya saing industri padat karya, pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan, mulai dari penguatan pasar domestik, stimulus fiskal, penyediaan kredit investasi, hingga kemudahan ekspor melalui kawasan berikat dan penyederhanaan prosedur.
Airlangga menilai Munas XI APRISINDO menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha.
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang solid, industri alas kaki Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tampil sebagai pemain penting di pasar global.





