Abaikan Instruksi Don Dasco, Bos Agrinas Akui Sudah Setor DP Triliunan ke India
Jakarta, Ekoin.co – Masih berpolemik, pengadaan mobil pikap guna mendukung operasional logistik koperasi desa merah putih (KDMP), ternyata sudah dibayar 30 persen.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjawab 1000 unit mobil pikap yang telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.
Joao mengatakan telah menyetorkan uang muka atau down payment (DP) sebesar 30% untuk pengadaan 105.000 unit mobil pikap saat penandatanganan kontrak pembelian 105.000 pikap dari dua pabrikan asal India, yakni Mahindra & Mahindra (M&M) Ltd dan Tata Motors pada 23 Desember 2025 lalu.
Joao menjelaskan, pembayaran DP tersebut dilakukan karena pesanan armada ini merupakan pesanan khusus dari perusahaan.
Ia mengungkapkan, awalnya pihak pabrikan yakni Mahindra melalui RMA hanya sanggup memasok 2.000 unit, namun melalui negosiasi panjang, mereka akhirnya bersedia mengalokasikan lini produksi khusus untuk kebutuhan Agrinas.
Lebih lanjut, Joao menambahkan, pengadaan ini akan berjalan mulus mengingat harga yang didapatkan perusahaan tergolong sangat kompetitif.
Dia menilai pengadaan armada ini sangat menguntungkan secara nilai ekonomi dibandingkan jika perusahaan harus membeli dengan harga pasar yang jauh lebih tinggi.
“Karena saya yakin bahwa semua itu ada solusinya mungkin kalau saya ngadainnya harganya Rp 700 juta mungkin pasti potensi pembatalan sangat besar tapi kalau saya ngadainnya murah kayaknya sayang-sayang banget,” katanya.
Padahal sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor sebanyak 105.000 unit mobil pikap dari India.
Dia mengatakan, permintaan penundaan tersebut disampaikan karena Presiden Prabowo Subianto saat ini masih berada di luar negeri dan belum membahas secara rinci rencana impor tersebut.
“Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (24/2).
Presiden Prabowo, kata ‘Don Dasco’ panggilan karibnya, nantinya akan membahas secara detail rencana impor tersebut setelah kembali ke Indonesia, termasuk mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kepentingan nasional.
“Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut, dan tentunya juga akan meminta pendapat serta mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri,” ujarnya.
Ia menegaskan, penundaan tersebut penting agar pemerintah dapat memastikan kebijakan yang diambil tidak merugikan industri nasional dan tetap mempertimbangkan kemampuan produksi dalam negeri.
“Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” tegas Dasco. (*)

Tinggalkan Balasan