Jakarta, Ekoin.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis pagi, 22 Januari 2026.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG naik sekitar 0,46 persen ke level 9.052,17 dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.
Penguatan IHSG terjadi sejak pembukaan sesi pertama perdagangan, dengan mayoritas saham tercatat bergerak di zona positif. Sejumlah indeks saham unggulan, termasuk LQ45, IDX30, dan Jakarta Islamic Index (JII), juga dibuka menguat.
Sebelumnya, pada Rabu (21/1/2026), IHSG ditutup melemah 1,36 persen ke posisi 9.010,33. Sepanjang perdagangan hari itu, indeks bergerak pada rentang 8.977 hingga 9.105 sebelum akhirnya berakhir di zona merah.
Penurunan IHSG pada perdagangan Rabu dipicu oleh meningkatnya tekanan jual setelah indeks mencatatkan kenaikan beruntun dalam beberapa hari terakhir.
Aktivitas tersebut tercermin dari dominasi aksi ambil untung yang menekan pergerakan indeks utama.
Memasuki perdagangan Kamis, pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global dan regional. Sejumlah laporan pasar menyebutkan bahwa pergerakan IHSG pada hari ini cenderung berlangsung terbatas di tengah sikap hati-hati investor.
“Pergerakan indeks masih dipengaruhi oleh aksi ambil untung setelah penguatan sebelumnya, sehingga ruang gerak IHSG relatif terbatas,” tulis Pasardana dalam laporan pasar hariannya, Kamis (22/1).
Sementara itu, laporan awal perdagangan menunjukkan beberapa sektor saham memberikan kontribusi positif terhadap penguatan indeks, sehingga mendorong IHSG bergerak naik sejak pembukaan sesi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat berada di kisaran 9.052 pada awal perdagangan Kamis pagi, atau menguat sekitar 0,46 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG mengawali perdagangan Kamis dengan tren penguatan awal setelah mengalami koreksi pada sesi sebelumnya, seiring masih berlangsungnya penyesuaian posisi investor di pasar saham domestik. (*)





