Jakarta, Ekoin.co – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan pandangan strategis mengenai arah pembangunan nasional dalam pertemuan Infobank CFO Club yang berlangsung pada Kamis (22/1). Beliau menekankan bahwa upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius memerlukan kolaborasi erat dari berbagai pihak. Strategi menjadikan sektor swasta penopang ekonomi menjadi landasan utama bagi pemerintah guna mendorong angka pertumbuhan menuju kisaran 6 hingga 8 persen.
Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara memiliki keterbatasan dalam menggerakkan seluruh roda pembangunan secara mandiri. Meskipun posisi anggaran negara sangat penting, namun akselerasi yang lebih masif justru lahir dari pergerakan dunia usaha. Oleh karena itu, sinergi investasi dari pihak luar pemerintah menjadi faktor penentu bagi keberhasilan visi ekonomi jangka panjang.
Suahasil Nazara memaparkan bahwa pilar utama kemajuan bangsa saat ini berada di pundak para pelaku usaha dan masyarakat luas. Mereka menyumbangkan porsi yang sangat signifikan bagi totalitas aktivitas ekonomi di tanah air melalui berbagai lini bisnis. Hal tersebut menjadikan posisi sektor swasta penopang ekonomi yang tidak tergantikan dalam struktur Produk Domestik Bruto Indonesia saat ini.
Secara terperinci, Wakil Menteri Keuangan menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia saat ini berada pada kisaran angka Rp24.000 triliun. Angka yang sangat besar tersebut mencerminkan betapa luasnya cakupan aktivitas ekonomi yang terjadi dari Sabang hingga Merauke. Namun, publik perlu memahami proporsi sumber dana yang menggerakkan nilai PDB yang sangat fantastis tersebut.
Besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dikelola pemerintah saat ini mencapai nilai Rp3.800 triliun. Jika melihat perbandingannya, maka kontribusi anggaran negara tersebut hanya mencakup sekitar 14 persen dari total keseluruhan PDB nasional. Sisanya yang mencapai 86 persen merupakan hasil dari perputaran dana di luar campur tangan langsung anggaran pemerintah pusat.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sekitar 85 persen ekonomi nasional justru mendapatkan sokongan dari kegiatan ekonomi sektor swasta dan konsumsi rumah tangga. Aktivitas investasi perusahaan serta arus ekspor dan impor turut memberikan kontribusi besar dalam menjaga stabilitas serta pertumbuhan. Fakta ini semakin memperkuat argumen bahwa pemerintah sangat bergantung pada gairah bisnis para pengusaha di berbagai sektor.

Kontribusi Sektor Swasta Terhadap Produk Domestik Bruto
Wamenkeu Suahasil mengajak para petinggi keuangan perusahaan atau Chief Financial Officer untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi. Beliau berharap para pemimpin finansial ini mampu melihat peluang besar di tengah upaya pemerintah melakukan transformasi struktur ekonomi. Peran aktif mereka akan sangat membantu dalam menciptakan lapangan kerja baru yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Melalui kebijakan yang tepat, kementerian keuangan berupaya memperbaiki alokasi sumber daya agar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal. Suahasil Nazara menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini memerlukan dukungan nyata dari para pelaku industri di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi dan motivasi kepada para pelaku usaha atas dedikasi mereka selama ini. “Ibu bapak menciptakan kegiatan ekonomi, menyalurkan investasi, menciptakan kegiatan ekonomi, serap tenaga kerja, dan tingkatkan pendapatan dari para pekerja kita,” ujarnya. Pernyataan tersebut menggarisbawahi betapa besarnya dampak domino yang timbul dari setiap keputusan investasi yang pihak swasta ambil.
Peningkatan pendapatan pekerja secara langsung akan meningkatkan daya beli masyarakat yang merupakan motor penggerak konsumsi rumah tangga. Saat konsumsi terjaga, maka perusahaan akan memiliki ruang lebih luas untuk melakukan ekspansi produksi dan layanan. Lingkaran ekonomi yang positif inilah yang sedang pemerintah usahakan untuk terus berputar dengan lebih cepat dan stabil.
Kementerian Keuangan memposisikan diri sebagai fasilitator yang memastikan iklim usaha tetap kondusif bagi semua skala bisnis. Fokus utama pemerintah adalah menghilangkan hambatan-hambatan yang selama ini mengganggu kelancaran arus investasi masuk ke dalam negeri. Dengan demikian, target pertumbuhan yang tinggi bukan lagi sekadar angka di atas kertas namun menjadi realitas yang nyata.
Intervensi APBN Untuk Menjaga Stabilitas Likuiditas Perbankan
Guna memastikan dunia usaha tetap memiliki ruang untuk ekspansi, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah konkret yang menyentuh sisi fundamental keuangan. Salah satunya adalah memberikan dukungan nyata terhadap likuiditas sektor perbankan nasional agar mampu menyalurkan kredit secara optimal. Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan biaya modal sehingga pelaku usaha lebih berani mengambil risiko untuk berkembang.
Wamenkeu memaparkan langkah pemerintah yang melakukan penempatan dana dalam jumlah besar, yakni mencapai angka Rp205 triliun di sektor perbankan. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menurunkan cost of fund yang seringkali menjadi kendala utama bagi dunia usaha. Ketersediaan likuiditas yang memadai diharapkan dapat memicu perbankan untuk lebih kompetitif dalam menawarkan produk pembiayaan.
Langkah ini juga merupakan realisasi dari fungsi stabilisasi yang melekat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di tengah situasi global yang dinamis. Pemerintah berupaya keras agar tingkat inflasi tetap terjaga pada level yang mendukung perencanaan bisnis jangka panjang bagi para pengusaha. Stabilitas harga menjadi kunci penting agar dunia usaha memiliki kepastian dalam menghitung proyeksi keuntungan dan pengembangan usaha.
Melalui berbagai dukungan tersebut, kementerian keuangan mengharapkan gairah dunia usaha untuk melakukan ekspansi semakin meningkat di masa mendatang. Suahasil Nazara menutup penjelasannya dengan pesan optimisme bagi seluruh anggota CFO Club Indonesia untuk terus berkolaborasi. “Selamat sekali lagi kepada CFO Club Indonesia dan moga-moga kita terus bisa bekerja bersama dan bisa terus membangun Indonesia yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Pemerintah menyadari bahwa tantangan ekonomi ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kesiapan dari seluruh elemen bangsa. Kerja sama antara pengambil kebijakan dan pelaku industri harus semakin erat agar setiap hambatan bisa teratasi dengan cepat. Fokus utama tetap pada penciptaan nilai tambah bagi ekonomi nasional melalui inovasi dan efisiensi di segala lini.
Sektor swasta diharapkan tidak ragu untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan insentif yang telah pemerintah sediakan selama ini. Keberanian dalam melakukan investasi baru akan menjadi sinyal positif bagi pasar internasional mengenai ketangguhan ekonomi Indonesia. Dengan sinergi yang kuat, target pertumbuhan tinggi bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai dalam waktu dekat.
Upaya menjaga daya beli masyarakat juga menjadi prioritas yang berjalan beriringan dengan pemberian dukungan bagi dunia usaha. Keseimbangan antara sisi penawaran dan permintaan harus tetap terjaga agar roda ekonomi tidak mengalami perlambatan yang berarti. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi ekonomi secara berkala untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
Kesinambungan pembangunan hanya bisa terwujud jika semua pihak memiliki visi yang sama dalam membangun kemandirian ekonomi. Anggaran negara akan selalu hadir sebagai jaring pengaman sekaligus pendorong bagi inisiatif-inisiatif strategis yang muncul dari sektor privat. Optimisme yang terbangun saat ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk melangkah lebih jauh di kancah global.
Pada akhirnya, keberhasilan transformasi ekonomi ini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Sektor swasta penopang ekonomi akan terus menjadi fokus perhatian dalam setiap kebijakan fiskal yang pemerintah rumuskan. Semangat kebersamaan antara pemerintah dan pengusaha merupakan kunci utama dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian.
Sektor swasta perlu melihat peluang investasi pada industri pengolahan yang memberikan nilai tambah tinggi bagi komoditas dalam negeri. Pemerintah memberikan dukungan melalui kebijakan hilirisasi yang membutuhkan pendanaan besar dari pihak perbankan maupun investor swasta. Hal ini akan memperkuat struktur ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Perbankan juga diharapkan lebih proaktif dalam menyalurkan dana likuiditas yang telah pemerintah siapkan ke sektor-sektor produktif. Penurunan biaya dana harus benar-benar dirasakan oleh para pelaku usaha kecil hingga besar agar ekspansi berjalan merata. Transparansi dalam penyaluran kredit akan meningkatkan kepercayaan pelaku bisnis terhadap sistem keuangan nasional.
Masyarakat harus tetap optimistis dalam menjaga pola konsumsi yang sehat guna mendukung perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Konsumsi rumah tangga yang stabil memberikan kepastian pasar bagi para produsen lokal untuk terus berproduksi secara maksimal. Dukungan terhadap produk dalam negeri akan sangat membantu penguatan ekonomi domestik secara keseluruhan.
Pemerintah perlu terus memperbaiki birokrasi dan regulasi agar proses investasi menjadi lebih mudah dan efisien bagi semua pihak. Kepastian hukum merupakan faktor krusial yang selalu menjadi pertimbangan utama bagi para investor sebelum menanamkan modal mereka. Inovasi dalam layanan publik berbasis digital harus terus ditingkatkan untuk mendukung kecepatan dunia usaha.
Dialog rutin antara pemerintah dan para pemimpin keuangan perusahaan seperti CFO Club harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Komunikasi yang terbuka akan membantu pemerintah dalam menyerap aspirasi dan kendala nyata yang dihadapi oleh para pelaku bisnis. Dengan demikian, setiap kebijakan yang keluar akan selalu relevan dengan kebutuhan pasar dan perkembangan zaman. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





