BEI Catat Tujuh Perusahaan Siap IPO, Mayoritas dari Sektor Keuangan

Selain IPO, BEI melaporkan penerbitan 37 emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dari 26 penerbit, dengan total dana yang dihimpun senilai Rp41,41 triliun. Saat ini, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline penerbitan.
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Lantai perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, tempat tujuh perusahaan berencana melangsungkan IPO pada tahun 2026. Investor mencermati sektor keuangan dan energi yang mendominasi pipeline.

Jakarta, Ekoin.co – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saat ini terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline atau antrean untuk melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Dari jumlah tersebut, enam perusahaan beraset besar, sedangkan satu perusahaan beraset menengah.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan kriteria aset perusahaan: skala besar memiliki aset lebih dari Rp250 miliar, sedangkan skala menengah memiliki aset antara Rp50–250 miliar, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (7/3).

Dari sisi sektor usaha, rincian pipeline IPO adalah sebagai berikut:

  • Tiga perusahaan sektor keuangan
  • Satu perusahaan sektor transportasi dan logistik
  • Satu perusahaan sektor barang konsumen primer
  • Satu perusahaan sektor energi
  • Satu perusahaan sektor kesehatan

Sepanjang 2026 hingga 6 Maret, BEI mencatat belum ada perusahaan yang resmi melangsungkan IPO. Total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tetap 956 perusahaan, sama seperti akhir 2025.

Selain IPO, BEI melaporkan penerbitan 37 emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dari 26 penerbit, dengan total dana yang dihimpun senilai Rp41,41 triliun. Saat ini, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline penerbitan.

Sementara itu, untuk aksi rights issue, sudah ada tiga perusahaan yang melaksanakan aksi tersebut dengan total nilai Rp3,75 triliun. Dalam pipeline, terdapat satu perusahaan sektor properti yang juga akan melakukan rights issue.

Pipeline IPO dan aksi korporasi ini menjadi perhatian investor karena menunjukkan dinamika pasar modal Indonesia di awal 2026 dan potensi pertumbuhan perusahaan tercatat di berbagai sektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini