Trump Klaim AS Bombardir Pulau Kharg, ‘Permata Mahkota’ Ekspor Minyak Iran Digempur
Jakarta, Ekoin.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pasukan militer negaranya melakukan serangan besar-besaran terhadap Kharg Island, pulau strategis yang dikenal sebagai “permata mahkota” Iran karena menjadi jalur utama ekspor minyak negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di akun media sosial Truth pada Sabtu (14/3/2026). Dalam unggahannya, Trump menyebut serangan tersebut sebagai salah satu pengeboman paling dahsyat dalam sejarah kawasan Timur Tengah.
“Beberapa saat yang lalu, atas arahan saya, United States Central Command melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target militer di permata mahkota Iran, Pulau Kharg,” tulis Trump.
Trump juga menegaskan bahwa meski militer AS menggunakan persenjataan canggih, ia memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak yang berada di pulau tersebut.
“Senjata kita adalah yang paling ampuh dan canggih yang pernah dikenal dunia. Tetapi, karena alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu,” ujarnya.
Unggahan tersebut kemudian turut dibagikan ulang oleh akun resmi The White House sehingga viral di berbagai platform media sosial, termasuk X dan Instagram.
Trump juga mengingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pelayaran di Strait of Hormuz, salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.
Menurutnya, jika Iran mencoba mengganggu jalur logistik tersebut, Amerika Serikat akan mempertimbangkan langkah militer yang lebih besar.
“Jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini,” kata Trump.
Trump juga menegaskan bahwa militer Amerika Serikat saat ini merupakan kekuatan paling mematikan di dunia dan mengklaim Iran tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan target yang diserang.
Dalam pernyataannya, Trump bahkan menyebut pemerintah Iran sebagai “rezim teroris” dan meminta mereka untuk menyerah.
Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
Pernyataan Trump tersebut langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam setelah kabar serangan terhadap Pulau Kharg.
Harga West Texas Intermediate Crude Oil (WTI) tercatat menembus 98,7 dolar AS per barel, naik signifikan dari posisi 90,2 dolar AS pada 10 Maret 2026.
Tulang Punggung Ekspor Minyak Iran
Meski ukurannya relatif kecil, Pulau Kharg memiliki peran sangat vital bagi ekonomi Iran. Pulau yang terletak sekitar 25 kilometer dari pantai Iran di Teluk Persia tersebut menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah negara itu.
Jutaan barel minyak dari ladang besar seperti Ahvaz Oil Field, Marun Oil Field, dan Gachsaran Oil Field dialirkan melalui jaringan pipa menuju Pulau Kharg sebelum dimuat ke kapal tanker raksasa untuk diekspor ke berbagai negara.
Karena pengamanan militernya yang sangat ketat, pulau ini sering dijuluki oleh warga Iran sebagai “Pulau Terlarang”.























Tinggalkan Balasan