Pantau Arus Mudik Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta, Menhub Temukan Tiket Pesawat Masih Mahal

Ainurrahman Yudi Permana

Jakarta, Ekoin.co – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menemukan tiket pesawat mahal saat mengecek kesiapan arus mudik. Tiket mahal karena belum terdiskon sesuai ketentuan pemerintah.

Menhub Dudy melakukan pemantauan langsung ke Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Menhub juga memastikan masyarakat merasakan langsung diskon tiket pesawat yang diberikan oleh pemerintah.

“Tadi saya bertanya kepada para penumpang, apakah kebijakan pemerintah terkait potongan tarif pesawat yang diinstruksikan oleh Presiden itu sampai ke masyarakat dan memastikan stimulus diskon harga tarif tiket itu bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Menhub Dudy dalam keterangan di Jakarta, Selasa (17/3).

Diskon tiket pesawat Lebaran 2026 berasal dari kombinasi beberapa kebijakan pemerintah. Pertama, PPN tiket pesawat ditanggung pemerintah (menurunkan biaya tiket pesawat hingga 11%).

Kedua, penurunan fuel surcharge pesawat. Ketiga, adanya diskon 50% airport tax (PJP2U). Keempat, adanya diskon 50% biaya layanan bandara untuk maskapai (PJP4U). Kelima, diskon tarif PNBP jasa kebandar-udaraan.

Selain itu, ada juga diskon harga avtur sekitar 10% di 37 bandara.

Dengan paket kebijakan tersebut, harga tiket pesawat domestik diproyeksikan turun sekitar 17–18% selama periode mudik Lebaran 2026.

Penurunan harga ini berlaku untuk jadwal keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026.

“Sejauh ini, kami melihat bahwa diskon/stimulus yang diberikan oleh pemerintah, sudah sampai kepada masyarakat,” katanya.

Namun, ada beberapa hal nantinya yang perlu evaluasi, khususnya terkait harga penjualan tiket melalui online travel agent.

Menhub Dudy melihat masih ada celah yang bisa membuat harga tiket belum bisa terdiskon maksimal melalui penjualan di online travel agent (OTA).

Tiket juga bisa terlihat mahal dikarenakan OTA memberikan opsi keberangkatan dengan transit satu kali atau bahkan beberapa kali transit, sehingga terlihat biaya perjalanan menjadi mahal karena merupakan akumulasi 2-3 penerbangan untuk mencapai tujuan.

“Saya berharap agar OTA dapat mendukung kebijakan pemerintah untuk menyediakan tiket pesawat yang mendapat subsidi, sehingga masyarakat bisa benar-benar merasakan langsung manfaatnya. Nanti, kami juga akan berbicara dengan stakeholder/ekosistem terkait, baik dari airline, maupun juga dengan Kementerian Pariwisata yang membawahi travel agent, supaya secara bersama-sama kita memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat” kata Menhub Dudy.

Secara keseluruhan, Menhub Dudy melihat kondisi arus mudik melalui jalur udara masih kondusif dan berjalan dengan baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini