5 Tuntutan Mahasiswa, Ribuan Orang Demo Karhutla Serentak
Ekoin.co – Gelombang demo karhutla mahasiswa menandakan meluasnya kekhawatiran publik terhadap dampak kesehatan dan ekonomi dari kabut asap yang telah menyelimuti sejumlah wilayah Indonesia.
Ribuan mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia turun ke jalan pada pekan ini menggelar aksi demonstrasi serentak menuntut pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional. Aksi yang digelar di sejumlah kota besar ini menyuarakan lima tuntutan utama, mencerminkan kemarahan publik yang terus memuncak akibat kabut asap yang telah berdampak pada kesehatan puluhan ribu anak-anak di tujuh provinsi terdampak.
Lima Tuntutan Mahasiswa yang Disuarakan Serentak
Koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan ini bukan aksi politik partisan, melainkan representasi suara masyarakat yang selama berbulan-bulan hidup dalam kepungan asap. “Kami bicara atas nama masyarakat,” tegas salah satu orator dalam aksi di depan gedung DPR. Lima tuntutan utama mencakup: penetapan status bencana nasional, evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan pembakar lahan, percepatan penegakan hukum terhadap korporasi pelaku karhutla, alokasi anggaran darurat kesehatan untuk korban ISPA, serta transparansi data titik api secara real-time kepada publik.
Data dari pakar kesehatan menunjukkan setidaknya 62.400 balita usia 0-5 tahun di tujuh provinsi terdampak kabut asap telah terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), angka yang oleh sejumlah ahli sudah dikategorikan sebagai “kedaruratan kesehatan” yang memerlukan respons nasional, bukan hanya penanganan lokal oleh pemerintah daerah.
Respons Pemerintah dan Tekanan dari Negara Tetangga
Di tengah desakan mahasiswa, tekanan juga datang dari luar negeri. Pemerintah Singapura dilaporkan telah menindak sepuluh perusahaan yang diduga terlibat dalam praktik pembakaran lahan di Indonesia, karena asap karhutla turut berdampak pada kualitas udara di negara tersebut. DPR RI merespons dengan meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah diplomatik maupun penegakan hukum domestik yang lebih tegas terhadap korporasi pelaku pembakaran.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menguji teknologi modifikasi cuaca menggunakan dry ice (es kering) untuk mempercepat turunnya hujan buatan di wilayah terdampak asap tebal, sebagai langkah darurat jangka pendek sembari menunggu solusi struktural jangka panjang.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Meluas
Karhutla bukan hanya krisis kesehatan dan lingkungan, tetapi juga membawa dampak ekonomi signifikan. Aktivitas penerbangan di beberapa daerah terdampak terganggu akibat jarak pandang rendah, sementara sektor pertanian dan perkebunan mengalami penurunan produktivitas akibat kualitas udara yang memburuk. Relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan juga melaporkan kebutuhan mendesak atas dukungan operasional dan logistik yang memadai, sebagaimana disampaikan dalam pertemuan daring dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Para pengamat kebijakan publik menilai, tanpa penetapan status bencana nasional, koordinasi lintas kementerian dan alokasi anggaran darurat akan tetap lamban dan tumpang tindih, sehingga penanganan karhutla cenderung reaktif ketimbang preventif setiap tahunnya.
Outlook: Akankah Tuntutan Mahasiswa Dipenuhi?
Pengamat politik memperkirakan tekanan publik yang masif ini akan memaksa pemerintah mempercepat kajian status bencana nasional dalam waktu dekat, terutama mengingat tahun ini merupakan momentum evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang tengah disorot publik dari berbagai sisi. Namun, keputusan final tetap bergantung pada kalkulasi politik dan anggaran yang harus disetujui lintas kementerian.
Yang pasti, gelombang aksi mahasiswa ini menjadi sinyal kuat bahwa isu lingkungan dan kesehatan publik kini menjadi arena politik yang tidak bisa lagi diabaikan begitu saja oleh pemerintah pusat.
Peran Generasi Muda dalam Mendorong Transparansi Data Lingkungan
Salah satu hal yang membedakan gerakan mahasiswa kali ini dari aksi-aksi sebelumnya adalah tuntutan spesifik terkait transparansi data titik api secara real-time. Mahasiswa menilai selama ini publik kesulitan mengakses data akurat tentang lokasi, luas, dan status penanganan titik api, sehingga sulit menilai efektivitas kerja pemerintah di lapangan. Sejumlah kelompok mahasiswa teknik dan sains bahkan menawarkan solusi teknis berupa dashboard pemantauan satelit terbuka yang bisa diakses publik, mengadopsi model yang sudah diterapkan di beberapa negara maju untuk pemantauan deforestasi dan kebakaran hutan.
Usulan ini mendapat dukungan dari sejumlah akademisi lingkungan yang menilai keterbukaan data adalah kunci membangun akuntabilitas pemerintah daerah dalam penanganan karhutla, sekaligus menekan ruang bagi oknum yang selama ini memanipulasi data demi menghindari sanksi hukum.
Dukungan Lintas Kota dan Solidaritas Nasional
Aksi ini tidak hanya terjadi di Jakarta, melainkan menyebar ke berbagai kota besar seperti Pekanbaru, Palangka Raya, dan Palembang — wilayah-wilayah yang selama ini paling parah terdampak kabut asap karhutla. Solidaritas antar-kampus terbangun melalui koordinasi daring, dengan mahasiswa di kota-kota yang relatif tidak terdampak langsung turut turun ke jalan sebagai bentuk dukungan terhadap korban di wilayah terdampak. Fenomena ini menunjukkan isu karhutla telah bertransformasi dari masalah regional menjadi agenda nasional yang menyatukan berbagai elemen mahasiswa dari latar belakang disiplin ilmu berbeda.
Sejumlah organisasi mahasiswa juga mengumumkan akan terus memantau respons pemerintah dalam beberapa pekan mendatang, dengan ancaman akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar jika lima tuntutan mereka tidak direspons secara konkret. Tekanan publik yang terus meningkat ini pada akhirnya akan menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah dalam menangani krisis lingkungan yang berulang setiap tahun.
Data dan pemantauan titik api kebakaran hutan dapat dicek melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v























Tinggalkan Balasan