EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat Tajam

Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat Tajam

Rupiah Indonesia melemah 0,30% terhadap dolar AS. Trump umumkan tarif 10% hingga 41% global.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
1 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Nilai tukar sejumlah mata uang di kawasan Asia mengalami tekanan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, 1 Agustus 2025. Berdasarkan data Refinitiv, hampir seluruh mata uang utama di Asia mencatatkan pelemahan terhadap dolar AS hingga pukul 09.25 WIB. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang meluas di kawasan, seiring penguatan dolar AS di pasar global.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Hanya dong Vietnam yang tercatat stagnan, sementara mata uang lainnya melemah. Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam dengan depresiasi 0,47% terhadap dolar AS. Posisi ini disusul dolar Taiwan yang melemah 0,43% dan ringgit Malaysia sebesar 0,40%. Rupiah Indonesia juga mengalami tekanan cukup besar, dengan nilai tukar melemah sebesar 0,30%.

Peso Filipina dan baht Thailand masing-masing terdepresiasi sebesar 0,32% dan 0,18%. Yuan China dan rupee India mengalami pelemahan lebih moderat masing-masing 0,11% dan 0,08%. Tekanan terhadap mata uang Asia ini menunjukkan tren penguatan dolar AS yang terus berlanjut dan mempengaruhi stabilitas nilai tukar di kawasan.

Selain itu, yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing melemah 0,03%. Riel Kamboja juga mengalami pelemahan tipis sebesar 0,05%. Dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia, kawasan ini menjadi “lautan merah” pada perdagangan hari ini.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Penguatan dolar AS memicu tekanan mata uang

Penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama tekanan terhadap mata uang Asia. Indeks dolar AS (DXY) ditutup menguat 0,15% ke level 99,96 pada Kamis, 31 Juli 2025. Pada perdagangan Jumat ini, indeks kembali menembus level psikologis 100 dan menjadi posisi tertingginya sejak akhir Mei 2025.

Lonjakan dolar AS tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap mata uang tersebut sebagai aset aman. Kondisi ini diperparah oleh kebijakan baru Presiden AS Donald Trump yang kembali menegangkan hubungan dagang global.

Trump secara resmi mengumumkan kebijakan tarif global sebesar 10% untuk semua barang impor dari negara-negara yang belum memiliki perjanjian dagang dengan AS. Selain itu, bea masuk sebesar 41% diberlakukan terhadap negara yang dianggap tidak fair dalam perdagangan internasional.

Trump juga menetapkan tarif tambahan sebesar 40% untuk produk-produk yang dianggap melakukan transshipment atau pengalihan jalur perdagangan guna menghindari tarif yang telah diberlakukan. Kebijakan ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi perang dagang lanjutan yang lebih luas.

Dalam situasi yang tidak pasti ini, investor cenderung mengalihkan asetnya ke dolar AS, yang dianggap lebih stabil dan aman. Hal ini mendorong penguatan dolar AS secara signifikan dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, terutama di Asia.

Rupiah menjadi salah satu mata uang terlemah

Rupiah Indonesia menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk pada perdagangan hari ini, selain won Korea Selatan dan dolar Taiwan. Menurut pengamatan pelaku pasar, tekanan terhadap rupiah terjadi karena kombinasi faktor eksternal dan internal, termasuk penguatan dolar AS dan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Di sisi lain, Bank Indonesia diperkirakan akan tetap waspada dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah intervensi pasar kemungkinan besar akan dilakukan untuk mengendalikan volatilitas rupiah dan menjaga daya beli masyarakat.

Dari sisi kebijakan fiskal, pemerintah Indonesia juga tengah mencermati dampak pelemahan rupiah terhadap harga impor dan inflasi. Kementerian Keuangan belum memberikan tanggapan resmi mengenai langkah lanjutan yang akan diambil dalam menghadapi tekanan ini.

Sementara itu, analis keuangan memprediksi tekanan terhadap mata uang Asia bisa berlanjut jika dolar AS terus menguat. Kenaikan indeks dolar ke atas level 100 menjadi sinyal bahwa kekuatan dolar belum mereda.

Secara umum, pelemahan mata uang Asia ini mencerminkan kekhawatiran pasar global terhadap ketegangan dagang yang kembali mencuat. Sentimen pasar juga terpengaruh oleh ketidakpastian arah kebijakan suku bunga di negara maju, terutama AS.

Untuk jangka pendek, pasar keuangan Asia diperkirakan akan terus mengalami tekanan. Investor global akan terus mencermati perkembangan kebijakan dagang AS serta respons dari negara-negara mitra dagangnya.

Di tengah situasi ini, pelaku pasar di Asia perlu meningkatkan kewaspadaan dan memitigasi risiko nilai tukar. Beberapa negara kemungkinan akan memperkuat cadangan devisa mereka guna menjaga stabilitas kurs.

Ketegangan dagang yang dipicu oleh kebijakan Presiden Trump menjadi fokus utama perhatian pasar. Tindakan balasan dari negara-negara lain terhadap kebijakan tarif AS juga dapat memperburuk situasi.

penguatan dolar AS menjadi faktor kunci dalam tekanan nilai tukar Asia. Langkah agresif Trump dalam menerapkan kebijakan tarif turut memperkuat permintaan terhadap dolar sebagai safe haven.

Sebagai penutup, tekanan terhadap mata uang Asia yang meluas menunjukkan pentingnya kerja sama ekonomi antarnegara dalam menjaga stabilitas pasar keuangan global. Negara-negara di kawasan diharapkan dapat merespons dengan langkah-langkah terkoordinasi untuk meredam dampak eksternal ini.

Pemerintah Indonesia diharapkan tetap waspada terhadap dampak pelemahan rupiah, terutama terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Langkah stabilisasi dari otoritas moneter harus dilakukan secara tepat waktu dan terukur.

Di sisi lain, peningkatan ekspor dan penguatan sektor riil dapat menjadi penopang utama untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia. Diversifikasi pasar ekspor juga menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar-pasar tradisional.

Investor domestik diharapkan tetap tenang dan menghindari spekulasi berlebihan terhadap nilai tukar. Pemahaman atas dinamika global dan strategi jangka panjang diperlukan dalam menghadapi kondisi saat ini.

(*)

 

Tags: Asia.dolar ASnilai tukarrupiahtarif importrump
Post Sebelumnya

Pipa TMX Kanada Ubah Arah Ekspor Energi Proyek Raksasa Akhirnya Selesai

Post Selanjutnya

Barang Modal RI Naik, Investasi Siap Tumbuh Nilai Impor Tembus US$ 23 Miliar

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Barang Modal RI Naik, Investasi Siap Tumbuh Nilai Impor Tembus US$ 23 Miliar

Barang Modal RI Naik, Investasi Siap Tumbuh Nilai Impor Tembus US$ 23 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.