EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
QRIS Sudah Berlaku di 10 Negara Jadi Standar Pembayaran Lintas Negara

QRIS Sudah Berlaku di 10 Negara Jadi Standar Pembayaran Lintas Negara

QRIS kini dipakai di 10 negara, termasuk Jepang sebagai yang terbaru. Bank Indonesia menargetkan ekspansi QRIS ke lebih banyak negara pada 2026.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
23 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA EKOIN.CO – Sistem pembayaran digital QRIS semakin meluas penggunaannya hingga lintas negara. Setelah sukses dipakai di Thailand, Malaysia, Singapura, dan beberapa negara ASEAN, kini Jepang resmi menjadi negara terbaru yang mengadopsi standar pembayaran QR buatan Indonesia.

Gabung WA Channel EKOIN untuk berita terbaru

Peluncuran di Jepang dilakukan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Dengan peresmian ini, wisatawan Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran domestik untuk bertransaksi di sejumlah merchant Jepang. Sebaliknya, wisatawan Jepang bisa melakukan pembayaran di Indonesia dengan sistem QRIS melalui JPQR Global.

Bank Indonesia menyebut langkah ini sebagai tonggak penting dalam internasionalisasi sistem pembayaran digital. “QRIS menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi antarnegara,” ujar perwakilan Bank Indonesia dalam siaran resminya.

Ekspansi QRIS Lintas Negara

Sejak pertama kali diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Tujuan awalnya adalah menyatukan berbagai QR code dari bank maupun dompet digital di dalam negeri.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Perkembangan pesat membuat sistem ini segera merambah ke kawasan ASEAN. Thailand menjadi negara pertama yang menerapkan integrasi pada 2022, disusul Malaysia pada 2023, dan Singapura di tahun yang sama. Hingga pertengahan 2025, transaksi QRIS di tiga negara itu mencapai miliaran rupiah dengan jutaan pengguna.

Tak berhenti di situ, Filipina, Vietnam, Laos, dan Brunei juga telah menjalin kerja sama resmi dengan Indonesia untuk memperluas penggunaan QRIS. Sementara Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman pada 2024, yang menjadi pintu masuk bagi pemakaian sistem ini di Asia Timur.

Jepang kemudian menjadi negara pertama di luar ASEAN yang membuka pintu bagi QRIS. Setidaknya ada 35 merchant yang terhubung dengan sistem ini pada tahap awal, mulai dari sektor ritel hingga pariwisata.

Masa Depan QRIS Global

Bank Indonesia memastikan bahwa ekspansi QRIS tidak berhenti pada Jepang. China, India, hingga Arab Saudi sedang dalam proses penjajakan agar wisatawan dari Indonesia maupun negara mitra dapat lebih mudah bertransaksi.

Bila terealisasi, penggunaan QRIS akan sangat membantu jamaah haji dan umrah yang setiap tahunnya datang dari Indonesia ke Arab Saudi. Selain itu, integrasi dengan China dan India juga membuka potensi pasar yang jauh lebih besar, mengingat kedua negara tersebut memiliki jumlah pengguna pembayaran digital yang masif.

Hingga kini, QRIS tercatat digunakan di 10 negara: Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei, Korea Selatan, dan Jepang. Bank Indonesia menargetkan perluasan sistem ini ke lebih banyak negara pada 2026 mendatang.

Pemerintah menegaskan, QRIS tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat, tetapi juga mendorong transparansi dan efisiensi ekonomi. Dengan catatan digital yang rapi, sistem ini membantu pengawasan arus uang sekaligus memperkuat inklusi keuangan di kawasan.

Bagi pelaku usaha, QRIS memberikan manfaat besar karena cukup dengan satu kode, pembayaran dari berbagai aplikasi dapat diterima. Hal ini menekan biaya administrasi dan meningkatkan efisiensi. Sedangkan bagi konsumen, penggunaan QRIS berarti kepraktisan, keamanan, dan kecepatan dalam bertransaksi.

Tren globalisasi sistem pembayaran menjadi alasan utama mengapa Indonesia terus mendorong ekspansi QRIS. Selain meningkatkan citra sebagai pelopor di kawasan, langkah ini juga menunjukkan bahwa inovasi digital dalam negeri mampu bersaing secara internasional.

QRIS telah menjadi simbol transformasi digital di sektor keuangan. Perjalanan dari peluncuran nasional pada 2019 hingga kini dipakai di 10 negara membuktikan peran strategisnya.

Ekspansi ke Jepang menandai babak baru internasionalisasi QRIS. Ke depan, kerja sama dengan negara-negara besar seperti China, India, dan Arab Saudi diharapkan semakin memperkuat posisinya.

Selain memudahkan transaksi lintas batas, QRIS membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk menjangkau pasar global. Potensi ini menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing nasional.

Digitalisasi keuangan yang didorong oleh QRIS juga memberi dampak positif bagi stabilitas ekonomi. Sistem yang transparan mendukung pengawasan, serta menekan potensi penyalahgunaan transaksi.

Dengan segala kelebihannya, QRIS layak disebut sebagai terobosan pembayaran digital yang lahir dari Indonesia untuk dunia. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: ASEANBank IndonesiainternasionalJepangpembayaran digitalQRIS
Post Sebelumnya

Pertamina-Pindad Hadirkan Teknologi Inspeksi Pipa

Post Selanjutnya

Negara Asia Perluas Perdagangan dengan Rupiah, Digunakan di Transaksi Internasional

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Negara Asia Perluas Perdagangan dengan  Rupiah, Digunakan di Transaksi Internasional

Negara Asia Perluas Perdagangan dengan Rupiah, Digunakan di Transaksi Internasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.