EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Imbas Keracunan, Program Makan Gratis Diganti Beras.

Imbas Keracunan, Program Makan Gratis Diganti Beras.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan mengalihkan program Makan Bergizi Gratis menjadi bantuan 10 kg beras karena serapan anggaran yang rendah dan isu keracunan massal. Langkah ini diambil untuk memastikan anggaran negara tidak terbuang percuma dan tetap memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam bentuk bantuan beras.

Ibnu Gozali oleh Ibnu Gozali
22 September 2025
Kategori BERANDA, MEGAPOLITAN, NASIONAL, PERISTIWA, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu janji utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kini menghadapi tantangan serius. Isu keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah membuat Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengambil sikap tegas. Purbaya menyatakan bahwa anggaran program MBG dapat dialihkan ke program lain yang lebih siap, seperti bantuan 10 kg beras, jika serapannya tidak optimal. Sikap ini muncul di tengah sorotan publik yang mempertanyakan efektivitas dan keamanan pelaksanaan program.

Pernyataan Purbaya disampaikan di Istana Negara, Jumat (19/9/2025), saat menanggapi rendahnya serapan anggaran MBG yang baru mencapai 18,6 persen dari total pagu Rp71 triliun. “Bukan negur, kita membantu. Kita bantu secepatnya tapi kalau nggak bisa (terserap anggaran) juga, kita ambil duitnya. Kan gitu fair kan. Daripada nganggur duitnya, kan saya bayar bunga juga,” ujar Purbaya. Ia menjelaskan bahwa pengalihan anggaran adalah langkah realistis untuk memastikan dana negara tidak terbuang percuma, melainkan dapat digunakan untuk program yang lebih siap dan bermanfaat langsung bagi masyarakat, seperti perluasan bantuan beras.

Pernyataan Menkeu ini sejalan dengan respons pihak Istana atas kasus keracunan yang terus terjadi. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan permohonan maaf atas kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah. “Tentunya kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (20/9/2025). Ia memastikan kasus-kasus ini akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta pemerintah daerah untuk memastikan penanganan korban yang terdampak bisa dilakukan secepatnya dan sebaik-baiknya.

Kualitas Dapur vs. Pengejaran Kuantitas Anggaran

Sorotan tajam terhadap program MBG juga datang dari Komisi IX DPR RI. Anggota Komisi IX, Edy Wuryanto, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak sembarangan dalam mengobral izin pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia MBG. Menurutnya, akar masalah dari kasus keracunan massal ini adalah BGN terlalu fokus mengejar kuantitas demi serapan anggaran, mengabaikan standar mutu dan keamanan. “Jangan mudah mengizinkan SPPG yang belum sesuai standar untuk beroperasi agar penerima manfaat tidak dirugikan,” tegas Edy.

Edy berpendapat, izin SPPG seharusnya diberikan setelah melalui akreditasi atau verifikasi dari lembaga independen di luar BGN. “Yang dikejar sekarang itu jumlah dapur, bukan kualitas. Kuantitas dapur jadi target, sementara standar mutu dan keamanannya diabaikan. Akibatnya, dapur-dapur itu ada yang dibangun asal jadi, ada yang belum memenuhi standar,” kritik politikus PDI-P tersebut. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa ada ketidaksesuaian antara ambisi serapan anggaran dengan realitas kualitas di lapangan.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional, melalui Kepala BGN Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya terus berjuang untuk mencapai target zero accident dalam program MBG. Dadan menyebut, program akan terus dievaluasi dengan pengetatan Standard Operating Procedure (SOP). “Jadi kami tambah SOP, makanan itu tidak boleh dibersihkan di sekolah, harus dibawa ke SPPG. Kami ingin mencapai 0 atau tidak ada kejadian,” kata Dadan beberapa waktu lalu. Meskipun demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kasus keracunan masih terus terjadi.

Nasib Program Bergizi vs. Bantuan Beras

Dengan adanya isu keracunan yang tidak kunjung usai, ditambah serapan anggaran yang masih minim, wacana pengalihan dana ke program bantuan beras menjadi sangat relevan. Bantuan 10 kg beras dua kali sudah terbukti efektif dan memiliki mekanisme penyaluran yang lebih mapan. Menkeu Purbaya melihat ini sebagai opsi paling realistis jika program MBG tidak kunjung menunjukkan perbaikan signifikan. Ia berulang kali menegaskan bahwa jika program MBG berjalan baik dan anggaran terserap, tidak ada alasan untuk melakukan realokasi. “Tapi kalau memang bisa diserap kan bagus. Jadi saya nggak negur tapi saya mendukung. Tapi kalau nggak jalan, saya ambil duitnya,” pungkasnya.

Hingga pertengahan September 2025, lembaga pemantau pendidikan mencatat ada 5.360 siswa yang menjadi korban keracunan makanan akibat program MBG. Kasus-kasus ini terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Tasikmalaya, Pamekasan, Garut, Sumbawa, Blora, Banggai Kepulauan, Lamongan, Brebes, Gunungkidul, Wonogiri, Bengkulu, Muba, hingga Ambon. Data ini menjadi alarm keras bagi pemerintah bahwa implementasi program ini perlu ditinjau ulang secara mendalam.

Pemerintah, melalui Menteri Keuangan, berencana melakukan “patroli” ke kementerian dan lembaga mulai pekan depan untuk memastikan program-program berjalan sesuai target. Jika ditemukan anggaran yang tidak optimal, Purbaya menegaskan akan segera mengalihkannya. Opsi pengalihan ke bantuan beras yang lebih stabil dan langsung sampai ke masyarakat menjadi solusi pragmatis yang bisa diambil pemerintah untuk memastikan dana negara tidak sia-sia. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: bantuan sosialBeraskeracunanmakan gratisprogram pemerintahPurbaya
Post Sebelumnya

Agenda Prabowo di New York

Post Selanjutnya

Tragedi Maut di BSD Raya, Bocah Tabrak Ojol

Ibnu Gozali

Ibnu Gozali

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Tragedi Maut di BSD Raya, Bocah Tabrak Ojol

Tragedi Maut di BSD Raya, Bocah Tabrak Ojol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.