EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ist)

Sindir Menteri “Pelit”, Menkeu Purbaya Soroti Mekanisme Anggaran Bencana yang Kaku dan Hanya Dukung “Uang Makan”

Hasrul Ekoin oleh Hasrul Ekoin
31 Desember 2025
Kategori DAERAH
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Banda Aceh, ekoin.co – Suasana rapat Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025), mendadak mencair sekaligus menegang ketika Menteri Keuangan Purbaya menyindir kekakuan birokrasi anggaran penanganan bencana.

Sebuah dialog spontan antara Menkeu dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap fakta pahit di balik meja rapat: dukungan untuk prajurit di lapangan ternyata hanya sebatas “uang makan”.

Dalam rapat tersebut, KSAD Maruli secara blak-blakan mengeluhkan minimnya dukungan logistik bagi TNI AD saat terjun ke wilayah bencana. Maruli menyebut keterlibatan TNI kerap kali hanya didukung anggaran konsumsi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tanpa adanya sokongan untuk pengadaan barang maupun biaya operasional pengiriman peralatan pendukung yang vital.

“Pak Menteri, BNPB ini hanya dukung makan, Pak. Enggak ada beli barang, pengiriman, semua enggak ada,” ujar Maruli dengan nada lugas di hadapan para anggota dewan dan perwakilan kementerian.

Menanggapi itu, Menkeu Purbaya melontarkan celetukan spontan, “Bapak enggak minta kali?” yang kemudian dijawab tegas oleh Maruli, “Saya sudah minta ke semua orang, Pak. Enggak ada yang kasih.”

Berita Menarik Pilihan

Gas Beracun dari Tambang Emas di Bogor, 11 Orang Tewas dan Jenazah Tidak Diotopsi

Marah Gak Dibayar, 4 Warga Aceh Selatan Nyiram Pertalite di Kantor BPKD

Dialog ini memotret realitas sistemik dalam tata kelola keuangan negara, di mana skema “satu pintu” melalui BNPB dinilai terlalu rigid dan menghambat fleksibilitas institusi lain seperti TNI yang berada di garis depan.

Menkeu Purbaya bahkan tak segan menegur Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dengan sindiran tajam berbalut candaan terkait minimnya kontribusi barang dari kementerian teknis. “Oh, lu pelit juga lu barang dari kita ya. Jangan gitu lu,” celetuk Purbaya yang memicu reaksi riuh hadirin.

Di balik sindiran tersebut, Menkeu memastikan pemerintah tengah mempercepat pencairan sisa dana pemulihan pascabencana sebesar Rp1,51 triliun.

Dana jumbo ini diprioritaskan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terdampak, termasuk Aceh yang saat ini masih berjuang memulihkan kehidupan sosial-ekonomi masyarakatnya.

Lebih jauh, pemerintah berkomitmen merombak tata kelola pendanaan dalam APBN 2026 agar respons darurat tidak lagi tersendat oleh urusan administratif. Keluhan KSAD Maruli menjadi pengingat keras bahwa triliunan rupiah dalam APBN tidak akan bermakna jika kebijakan di lapangan tidak fleksibel.

Bagi masyarakat Aceh dan prajurit di garda depan, kecepatan kehadiran negara secara utuh jauh lebih mendesak daripada sekadar prosedur yang kaku.

Tags: 51 TriliunAnggaran Bencana TNIDana Pemulihan Aceh Rp1Hubungan TNI dan BNPBKritik Birokrasi AnggaranKSAD Maruli SimanjuntakMenkeu Purbaya Yudhi SadewaMenteri PU Dody HanggodoSatgas Bencana DPR RI Aceh
Post Sebelumnya

Persita Menang Dramatis Meski 10 Pemain Lawan Arema FC

Post Selanjutnya

Dana Triliunan Hampir Hangus, Menkeu Guyon Sindir BNPB di Aceh: “Lu Pelit Juga, Gua Kasih Duitnya”

Hasrul Ekoin

Hasrul Ekoin

Berita Terkait

Sebanyak 11 penambang emas liar tewas setelah terpapar gas beracun di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) di Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Gas Beracun dari Tambang Emas di Bogor, 11 Orang Tewas dan Jenazah Tidak Diotopsi

oleh Aminuddin Sitompul
22 Januari 2026
0

"Dari Polsek Nanggung, tiga orang berhasil dievakuasi. Sayangnya, korban meninggal dunia mencapai 11 orang," ujar Rudi saat meninjau Posko Siaga...

Sat Reskrim Polres Aceh Selatan berhasil menangkap 4 pelaku penyiraman bensin di Kantor BPKD, Rabu (21/1)

Marah Gak Dibayar, 4 Warga Aceh Selatan Nyiram Pertalite di Kantor BPKD

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah melalui Kasat Reskrim Iptu Narsyah Agustian menjelaskan bahwa motif sementara tindakan tersebut diduga...

Taruna dan taruni Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) bersama jajaran Kanwil Kemenkum Aceh melakukan pembersihan rumah warga terdampak banjir di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (21/1/2026)

Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang, Kemenkum Aceh Kerahkan Taruna Poltekpin

oleh Iwan Purnama
22 Januari 2026
0

Meurah Budiman menegaskan, keterlibatan taruna dan taruni Poltekpin tidak hanya sebatas pengabdian institusional, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter calon...

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh bergerak cepat membantu warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kendaraan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Mudahkan Warga Terdampak Banjir, Polda Aceh Buka Layanan Khusus Urus STNK dan BPKB di Aceh Tamiang

oleh Iwan Purnama
21 Januari 2026
0

Puspita, salah seorang warga Kampung Pahlawan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan jemput bola ini. "Prosesnya lancar dan tidak ada...

Post Selanjutnya
Personel Polri melaksanakan pembersihan lumpur dan pengumpulan sampah sisa banjir di ruas jalan lintas perkotaan Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Ist)

Dana Triliunan Hampir Hangus, Menkeu Guyon Sindir BNPB di Aceh: “Lu Pelit Juga, Gua Kasih Duitnya”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.