Jakarta, EKOIN.CO – Bank Mandiri secara berkelanjutan mempertegas komitmennya sebagai lembaga keuangan milik negara yang menjalankan fungsi vital sebagai agen pencipta nilai sosial bagi rakyat Indonesia. Guna merealisasikan peran tersebut, pihak perseroan secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk pengadaan Jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana. Upaya bersama ini bertujuan untuk membangun lima jembatan bertipe bailey demi membantu proses pemulihan konektivitas di berbagai daerah yang sempat terisolasi akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
Kebutuhan infrastruktur penghubung menjadi hal yang sangat mendesak mengingat akses transportasi warga sempat lumpuh total selama beberapa pekan terakhir. Melalui inisiatif ini, pihak bank ingin menunjukkan dukungan nyata sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penanganan dampak kerusakan lingkungan di lapangan. Kehadiran sarana transportasi darurat tersebut diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang sangat efektif sebelum pemerintah melalui kementerian terkait merealisasikan pembangunan infrastruktur permanen di masa mendatang.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menjelaskan bahwa pemilihan model jembatan ini sudah melewati pertimbangan teknis yang sangat matang bersama para ahli militer. Beliau menyatakan bahwa jembatan jenis ini memiliki keunggulan utama pada proses instalasi yang relatif jauh lebih cepat dibandingkan dengan jenis konstruksi lainnya. Karakteristik bangunan yang adaptif dan mudah dibongkar pasang membuatnya sangat ideal untuk merespons kondisi darurat di medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan berat.
Sinergi yang terjalin antara sektor perbankan dan kementerian pertahanan ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat luas. Riduan menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil perseroan selalu berorientasi pada kepentingan publik agar aktivitas sosial warga dapat segera normal kembali. Jembatan darurat ini akan berfungsi sebagai urat nadi baru yang memungkinkan kendaraan logistik masuk ke daerah pelosok tanpa hambatan geografis yang berarti.
“Sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat penanganan bencana. Jembatan Bailey dipilih karena instalasinya relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Riduan dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (3/1/2026). Selain memulihkan mobilitas orang, keberadaan infrastruktur ini menjadi kunci utama bagi kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh berbagai pihak ke lokasi titik bencana.
Dampak Jembatan Bailey Terhadap Pemulihan Ekonomi Daerah
Pihak manajemen meyakini bahwa jembatan tersebut akan menjadi sarana penghubung vital yang mampu menggerakkan kembali akses terhadap layanan publik dasar bagi warga desa. Dengan terhubungnya kembali jalur darat, proses pemulihan sosial dan ekonomi di daerah terdampak bencana dapat berlangsung secara lebih optimal dan efisien. Masyarakat kini tidak perlu lagi menggunakan rakit atau jalur alternatif yang berisiko tinggi saat ingin bepergian ke pusat kecamatan maupun kota kabupaten.
Selain pembangunan fisik jembatan, perseroan juga mencatatkan rekam jejak distribusi bantuan yang sangat luas sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025 yang lalu. Bank plat merah ini telah menyiapkan sekaligus menyalurkan lebih dari 288.889 paket bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Paket tersebut mencakup kebutuhan logistik pangan, obat-obatan medis, serta perlengkapan khusus untuk kaum wanita dan balita yang berada di pengungsian.
Jenis bantuan yang diberikan juga sangat beragam mulai dari selimut hangat, genset untuk penerangan darurat, pasokan air bersih, hingga kasur lipat dan pakaian layak pakai. Seluruh perlengkapan ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan berkelanjutan yang menjadi identitas utama korporasi dalam melayani negeri. Konsistensi dalam memberikan bantuan membuktikan bahwa perusahaan memiliki sistem manajemen krisis yang sangat tangguh dalam menghadapi bencana alam berskala besar.
Peran aktif perusahaan milik negara ini tidak hanya terhenti pada sektor infrastruktur jembatan dan logistik pangan semata. Pada awal tahun ini, pihak bank juga terlibat secara intensif dalam mendukung pembangunan 600 unit Hunian Danantara atau Huntara di Kabupaten Aceh Tamiang. Keterlibatan ini mencakup penyediaan fasilitas tempat tinggal sementara yang layak huni bagi para korban yang rumahnya hancur tersapu banjir maupun tertimbun material longsor.
Peran Strategis Relawan Mandiri dalam Pendampingan Sosial
Sejalan dengan agenda pembangunan fisik tersebut, perseroan kembali mengirimkan tim khusus yang dinamakan Relawan Mandiri Tanggap Bencana ke garis depan. Tim ini bertugas sebagai ujung tombak dalam melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat yang masih berada di posko-posko pengungsian darurat. Sebanyak 20 orang relawan profesional pada angkatan kedua ini diberangkatkan menuju Kabupaten Gayo Lues untuk menggantikan tugas tim relawan tahap pertama.
Para relawan terpilih ini berasal dari berbagai unit bisnis dan kantor wilayah yang memiliki semangat kepedulian sosial sangat tinggi terhadap sesama manusia. Mereka tergabung dalam Mandiri Emergency Response Unit atau yang lebih dikenal dengan sebutan Team MERU di bawah naungan Mandiri Club. Kehadiran mereka di lokasi bencana sangat membantu meringankan beban psikologis para pengungsi melalui interaksi langsung dan pemberian bantuan yang bersifat emosional.
Di lapangan, tugas para relawan ini tidak hanya terbatas pada aktivitas fisik seperti mendistribusikan logistik makanan maupun perlengkapan sekolah anak-anak. Mereka memegang tanggung jawab besar terhadap operasional harian posko tanggap bencana yang didirikan oleh pemerintah dan pihak swasta secara terpadu. Pengelolaan dapur umum yang higienis serta penyediaan layanan kesehatan dasar menjadi prioritas utama tim relawan selama bertugas di wilayah Gayo Lues tersebut.
Relawan juga mengelola program pendidikan darurat dan kegiatan trauma healing bagi anak-anak agar mereka tidak kehilangan semangat belajar meskipun berada di tenda. Aktivitas bermain dan belajar bersama menjadi sarana efektif untuk menyembuhkan luka batin anak-anak yang mengalami kejadian traumatis selama masa bencana berlangsung. Dengan pendekatan yang humanis, tim relawan berupaya menciptakan suasana yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan ini menunjukkan bahwa korporasi mampu bergerak cepat dalam memberikan dampak nyata bagi proses pemulihan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Koordinasi yang rapi dengan instansi militer dan pemerintah daerah menjamin setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna bagi penerima manfaat. Upaya pembangunan Jembatan Bailey ini akan terus dipantau perkembangannya agar mobilitas warga di pedalaman Sumatra tetap terjaga dengan aman.
Pemerintah daerah perlu terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan infrastruktur darurat ini agar keamanan para pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama di lokasi. Masyarakat diimbau untuk tidak membawa muatan kendaraan yang melebihi kapasitas beban jembatan demi menjaga keawetan rangka baja selama masa penggunaan berlangsung. Komunikasi yang baik antara warga dan petugas lapangan akan membantu proses pemeliharaan sarana penghubung ini berjalan lancar hingga jembatan permanen resmi dibangun.
Setiap elemen masyarakat diharapkan dapat menjaga fasilitas publik yang telah dibangun dengan susah payah melalui sinergi berbagai lembaga negara dan swasta tersebut. Kesadaran untuk saling menolong di tengah musibah merupakan modal sosial yang sangat besar bagi bangsa Indonesia untuk segera bangkit dari keterpurukan ekonomi. Mari kita dukung penuh program percepatan pemulihan konektivitas ini agar kesejahteraan warga di wilayah Sumatra segera pulih seperti sedia kala.
Para relawan yang bertugas di medan berat sangat layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi mereka dalam membantu sesama manusia tanpa mengenal lelah. Keberadaan posko terpadu yang menyediakan layanan kesehatan dan trauma healing bagi anak-anak sangat membantu dalam proses rehabilitasi mental warga secara jangka panjang. Sinergi yang kuat antara sektor perbankan dan kementerian pertahanan harus terus dipelihara sebagai contoh model penanganan krisis yang efektif bagi daerah lain.
Pembangunan infrastruktur penghubung di wilayah terisolir merupakan langkah strategis untuk menjamin kedaulatan pangan dan akses kesehatan bagi seluruh penduduk desa di pelosok. Melalui pemanfaatan teknologi jembatan yang praktis, kendala geografis bukan lagi menjadi penghalang bagi distribusi logistik nasional ke titik-titik tersulit. Semoga inisiatif mulia ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah Sumatra dan sekitarnya.
Kehadiran Jembatan Bailey yang diprakarsai oleh Bank Mandiri dan Kemenhan ini menjadi simbol kuat bahwa negara tidak pernah membiarkan rakyatnya berjuang sendirian di masa sulit. Dengan pulihnya akses jalan, diharapkan semangat gotong royong warga kembali membara untuk membangun kembali desa mereka menjadi lebih tangguh menghadapi potensi bencana. Semoga kerja sama yang harmonis ini membawa keberkahan bagi kemajuan bangsa dan mempererat persatuan seluruh rakyat Indonesia.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





