Jakarta, ekoin.co – Nasib baik menghampiri Khairun Nisa (23), warga Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, setelah aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air viral di media sosial.
Nisa kini mendapat tawaran pendidikan pramugari gratis dari Aeronef Academy yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur.
Tawaran tersebut disampaikan secara resmi oleh pihak Aeronef Academy melalui unggahan di akun Instagram mereka, Selasa (13/1/2026).
Lembaga pelatihan penerbangan itu menyatakan akan memberikan kesempatan pendidikan tanpa biaya agar Nisa dapat menempuh jalur resmi menjadi pramugari.
“Beberapa waktu lalu kami mendengar kisah Kak Nisa dari Palembang. Kami percaya bahwa niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat,” tulis Aeronef Academy dalam unggahan akun Instagram resminya, yang dikutip di Jakarta, Rabu (14/1).
Aeronef Academy menegaskan, program tersebut bertujuan membekali Nisa dengan pendidikan dan sertifikasi resmi sebagai awak kabin.
“Kami ingin membantu Kak Nisa mewujudkan mimpi mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya dengan bekal ilmu dan sertifikasi resmi,” lanjut pernyataan tersebut.
Kasus ini bermula ketika Nisa kedapatan menyamar sebagai pramugari Batik Air dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta dengan nomor penerbangan ID 70-508 pada Selasa (6/1/2026).
Aksinya terekam dan menyebar luas di media sosial, sehingga menarik perhatian publik.
Dalam video permintaan maaf yang beredar, Nisa mengakui perbuatannya.
“Saya menggunakan atribut pramugari beserta seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air,” ujar Nisa dalam pernyataannya.
Nisa juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak maskapai.
“Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak Batik Air maupun Lion Group.
Pernyataan ini saya sampaikan dengan tulus tanpa paksaan dari pihak mana pun,” katanya.
Hingga kini, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak Batik Air maupun Lion Group terkait tawaran pendidikan yang diberikan kepada Nisa.
Namun, tawaran dari Aeronef Academy tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kasus yang sempat viral di media sosial itu. (*)





