Jakarta, Ekoin.co – Pengamat politik Citra Institue Yusak Farchan menyoroti kehadiran partai baru dalam kancah perpolitikan nasional. Salah satunya Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa .
Yusak menilai kehadiran parpol baru seperti Gema Bangsa menandai kehidupan multi partai khas Indonesia. Meskipun Indonesia menganut sistem presidensial, parpol baru tetap tumbuh subur.
“Kehadiran partai Gema Bangsa memberi warna baru dan alternatif bagi sistem kepartaian di Indonesia,” kata Yusak saat berbincang dengan Ekoin.co, Jumat (23/1).
Gema Bangsa mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Partai Gema juga langsung menyatakan dukungan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Dukungan kepada Prabowo sebagai capres 2029 dinilai sebagai keputusan strategis. Sejauh ini, Prabowo masih menjadi capres terkuat 2029
“Jadi saya kira tepat kalau Gema Bangsa usung Prabowo sebagai Capres. Dengan deklarasi dukungan secara dini, Gema Bangsa ingin mengerek popularitas partai dan mendapat efek elektoral dari nama besar Prabowo,” kata Yusak.
Diketahui, Partai Gema Bangsa dipimpin oleh Ahmad Rofiq sebagai Ketua Umum dan Muhammad Sopiyan sebagai Sekretaris Jenderal.
“Dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab sejarah, saya nyatakan Partai Gema Bangsa resmi berdiri, resmi berjuang dan siap menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia,” ujar Ahmad Rofiq, saat mendeklarasikan Partai Gema Bangsa.
Saat membacakan deklarasi, Sopiyan secara tegas menyatakan dukungan Partai Gema Bangsa kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam kontestasi Pilpres 2029.
“Partai Gema Bangsa mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden dalam pemilu tahun 2029,” ujar Sopiyan.
Dia menuturkan, Partai Gema Bangsa berdiri atas keinginan kuat untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, makmur, dan sejahtera sesuai dengan visi dan misi partai.
Menurut Sopiyan, Partai Gema Bangsa hadir sebagai partai politik modern yang terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia dan ingin menjawab kegelisahan publik terhadap praktik politik yang transaksional, sentralistik, dan oligarkis.
Partai ini juga menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan memberdayakan potensi daerah dan kearifan lokal melalui kebijakan desentralisasi politik. (*)





