Baru Bersuara Lantang Soal MBG, Pengamat Sindir PDIP sebagai Oposisi Nanggung
Jakarta, Ekoin.co – Pengamat politik Citra Institut Yusak Farchan menyoroti kian kerasnya kritik PDIP terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Menurutnya, PDIP sedang berupaya meraih simpati publik dengan menunggangi suara-suara sumbang dari kelompok yang menolak atau mengkritik MBG.
“Partai ini sedang bermanuver untuk merawat pasar pemilih dari kelompok-kelompok kritis oposisinya Prabowo,” kata Yusak Farchan kepada Ekoin.co, Sabtu (28/2).
Narasi-narasi sumbang atau negatif terhadap program MBG sejauh ini dominan berasal dari kelompok-kelompok oposisi. Sehingga tampak kritik yang dilontarkan PDIP untuk kepentingan politik elektoral.
“Kalau mau konsisten, harusnya dari awal PDIP menolak program MBG agar standing position-nya jelas, bukan oposisi nanggung,” kata Yusak.
Yusak menjabarkan bahwa UU APBN 2026 yang di dalamnya memuat anggaran pendidikan/MBG telah melewati kesepakatan pemerintah bersama DPR, termasuk tahap pengambilan kesepakatan di Banggar DPR. Artinya, PDIP setuju program dan anggaran MBG.
“Makanya agak aneh kalau sekarang PDIP melarang kadernya ikut program MBG,” kata Yusak.
Secara politik, dikatakan Yusak, kalau program MBG berhasil, maka posisi Prabowo semakin kuat. Ketika elektabilitas Prabowo semakin kuat, maka PDIP jelas tidak diuntungkan di 2029. Jagoan PDIP bisa keok lagi lawan Prabowo.
Sebab program populis apapun, seperti MBG, bansos, dll dalam realitas politik, berelasi kuat dengan kepentingan elektoral. Bukan hanya di era Prabowo, di era sebelumnya juga seperti itu.
“Jadi mustahil program populis tidak dikapitalisasi baik untuk kepentingan material maupun kepentingan elektoral,” katanya.
Program MBG bersifat open access, siapapun punya pulang menjadi mitra BGN sepanjang memenuhi syarat. Jadi bukan ekslusif punya kelompok pro pemerintah. Kelompok oposisi juga banyak yang punya dapur MBG. (*)























Tinggalkan Balasan