Timur Tengah Membara, Rakyat Jangan ‘Kena Mental’: DEN Jamin Stok Pertalite Aman Jelang Lebaran
Jakarta, Ekoin.co – Masyatakat diimbau tak perlu panik soal stok BBM 20 hari. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi memberi paham soal cadangan BBM nasional di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Lewat keterangan, Minggu (8/3), M Kholid Syeirazi menyatakan ketersediaan BBM nasional saat ini mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu kuatir atau panik karena Pertamina siap menjaga pasokan.
Dia menjelaskan bahwa cadangan sekitar 20 hari bukan berarti bahwa setelah itu BBM akan habis, karena Pertamina tentu terus melakukan stabilisasi stok.
“Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi,” ujar M Kholid Syeirazi.
Kholid mengatakan terdapat tiga jenis cadangan energi yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi dan cadangan operasional. Dan yang disebut cadangan 20 – 23 hari, adalah cadangan operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina.
Untuk cadangan operasional, lanjutnya, disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler sehingga kalau terpakai disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor.
Sedangkan cadangan penyangga energi, tambahnya, bersifat mandatori dan harus disediakan pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur melalui Perpres Nomor 96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) yang harus disediakan oleh pemerintah.
Oleh karena itu dia menegaskan kondisi BBM saat ini dipastikan tersedia termasuk menjelang Idulfitri, sebagaimana cadangan Pertalite bahkan sampai 28 hari dan Pertamax 29 hari, begitu pula Avtur tercukupi.
”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk,” ujar Kholid.
Apalagi, menurut dia sampai saat ini Pertamina juga masih menghasilkan minyak baik melalui pengeboran yang terus dilakukan maupun eksplorasi dan penambahan cadangan. (*)





















Tinggalkan Balasan