Persita Hajar Madura United 4-1, Pendekar Cisadane Tancap Gas di Lima Besar Klasemen

“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Energi tim sejak awal sangat tinggi dan kami cukup efisien dalam memanfaatkan peluang. Empat gol di awal laga membuat kami lebih mudah mengontrol permainan,” ujar Pena.
Danang F Pradhipta Hasrul Ekoin
Penyerang Persita Tangerang, Ahmad Nurhardianto merayakan gol ke gawang Madura United/foto dok Persita Tangerang

Tanggerang, Ekoin.co – Persita Tangerang menutup rangkaian laga sebelum jeda kompetisi dengan kemenangan telak usai menundukkan Madura United 4-1 pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026.

Hasil ini menjadi suntikan moral bagi Pendekar Cisadane untuk tetap bersaing di papan atas klasemen.

Persita tampil agresif sejak menit awal dan langsung menekan pertahanan tim tamu. Efektivitas permainan tuan rumah terbukti lewat empat gol yang tercipta hanya dalam satu babak pertama, membuat jalannya pertandingan relatif mudah dikendalikan hingga laga berakhir.

Pelatih Persita, Carlos Pena, menyebut anak asuhnya memulai pertandingan dengan intensitas tinggi serta mampu memaksimalkan peluang yang didapat.

“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Energi tim sejak awal sangat tinggi dan kami cukup efisien dalam memanfaatkan peluang. Empat gol di awal laga membuat kami lebih mudah mengontrol permainan,” ujar Pena.

Gol pembuka Persita dicetak Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-5, disusul Pablo Ganet empat menit kemudian. Dominasi tuan rumah berlanjut ketika winger asal Spanyol, Rayco Rodriguez, mencatatkan dua gol masing-masing pada menit ke-16 dan 30.

Madura United baru mampu memperkecil ketertinggalan pada babak kedua melalui gol Riquelme pada menit ke-52.

Kemenangan tersebut mengantarkan Persita naik ke posisi kelima klasemen sementara dengan perolehan 41 poin, menjaga peluang mereka untuk tetap bersaing di jalur papan atas hingga akhir musim.

Meski puas dengan hasil pertandingan, Pena menilai timnya masih memiliki peluang menambah gol pada babak kedua. Namun sejumlah peluang gagal dimaksimalkan dengan baik.

“Kami sebenarnya memiliki beberapa peluang yang cukup jelas di babak kedua. Pablo dan Eber sempat mendapat kesempatan bagus, bahkan kami sempat mencetak gol tetapi dianulir karena offside,” katanya.

Menurut Pena, perbedaan paling terlihat adalah akurasi penyelesaian akhir yang tidak seefektif saat babak pertama.

“Di babak kedua kami tetap mencoba menambah gol, tetapi akurasinya tidak sebaik di babak pertama,” ujarnya.

Memasuki jeda kompetisi yang berlangsung hampir satu bulan, tim pelatih Persita telah menyiapkan program khusus agar kondisi pemain tetap terjaga.

Pena mengatakan skuad Persita akan mendapatkan libur selama satu pekan sebelum kembali menjalani latihan intensif.

“Setelah pertandingan ini para pemain akan libur tujuh hari. Kami akan kembali berlatih pada 15 Maret untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya melawan Persebaya,” jelasnya.

Ia menegaskan masa jeda kompetisi tidak boleh membuat performa tim menurun. Persita harus tetap menjaga ritme permainan karena masih ada sembilan laga tersisa yang akan menentukan posisi mereka di klasemen akhir.

“Kami punya waktu cukup panjang, tetapi kami tidak boleh kehilangan momentum. Kami harus bekerja keras agar kembali dalam kondisi terbaik untuk menghadapi sembilan pertandingan terakhir liga,” kata Pena.

Persita dijadwalkan menghadapi Persebaya Surabaya pada 4 April 2026. Laga tersebut diprediksi menjadi ujian penting bagi Pendekar Cisadane dalam menjaga posisi mereka di lima besar klasemen BRI Super League musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini