Aktivis Buruh JICT Dibunuh di Bekasi, Pelaku Ditangkap Polda Metro Jaya
Jakarta, Ekoin.co — Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap aktivis buruh sekaligus Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65), yang sebelumnya ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin, mengatakan pelaku bernama Sudirman alias Yuda ditangkap pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 18.54 WIB di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
“Untuk motif masih dalam proses pendalaman,” ujar Iman kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah menyerang korban menggunakan linggis hingga menyebabkan Ermanto meninggal dunia.
“Hasil interogasi awal, pelaku memukul korban dengan linggis,” kata Iman.
Penyidik saat ini masih terus mendalami latar belakang kejadian tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi pembunuhan tersebut.
Sebelumnya, Tim Jatanras Polda Metro Jaya lebih dahulu mengamankan pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Penangkapan dilakukan di wilayah Jakarta Utara.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan penyidik masih melakukan pengembangan kasus.
Diketahui, sebelum meninggal dunia, Ermanto Usman diserang oleh orang tidak dikenal di kediamannya di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Primaya Bekasi Barat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Dalam insiden tersebut, istri korban juga turut menjadi korban dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Beberapa waktu sebelum peristiwa itu terjadi, Ermanto diketahui sempat mengungkap dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan pelabuhan melalui sebuah podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada 15 Desember 2025.
Dalam podcast bertajuk “Pelindo Boneka PT Hutchinson (Hongkong), Ada Pemerintah di Atas Pemerintah” tersebut, Ermanto memaparkan sejumlah dugaan praktik korupsi yang terjadi dalam pengelolaan pelabuhan.























Tinggalkan Balasan