Status WA Hina “Rakyat Jelata” Viral, Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat dan Dipaksa Minta Maaf
Purbalingga, Ekoin.co – Seorang pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1 dipecat usai status WhatsApp miliknya yang menyebut “rakyat jelata kurang bersyukur” viral di media sosial.
Unggahan tersebut pertama kali ramai setelah tangkapan layar statusnya beredar luas, salah satunya melalui akun Instagram Instagram @infopurbalingga.id, yang kemudian memicu gelombang kritik dari warganet.
Dalam statusnya, pegawai tersebut menulis kalimat yang dianggap merendahkan masyarakat. Konten itu langsung menuai reaksi keras karena dinilai tidak pantas, terutama berasal dari pihak yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Setelah viral, yang bersangkutan akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui unggahan di media sosial.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya menyadari dan mengakui bahwa apa yang telah saya tulis memanglah tidak benar,” tulisnya dalam pernyataan tersebut.
Ia juga mengakui penggunaan bahasa yang tidak pantas dan berjanji menjadikannya sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam bertindak maupun berbicara.
Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut status itu dibuat pada Sabtu (15/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
“Betul relawan tersebut dari salah satu SPPG di Kabupaten Purbalingga, yaitu SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak pengelola langsung menjatuhkan sanksi tegas berupa pemberhentian dari SPPG. Selain itu, yang bersangkutan juga diwajibkan membuat video permohonan maaf kepada publik.
“Tindak lanjutnya adalah relawan tersebut diberi sanksi diberhentikan dari SPPG dan membuat video permohonan maaf kepada masyarakat,” tambahnya.
Mei Sandra juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi bagi seluruh SPPG di wilayahnya.
Ia berharap ke depan seluruh petugas dapat lebih profesional serta meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.























Tinggalkan Balasan