Gugur di Lebanon, Kapten Zulmi Dikenang Saleh dan Rindu Keluarga

Risman mengungkapkan, sebelum gugur, Kapten Zulmi sempat menunaikan ibadah umrah pada Januari 2026 bersama sang istri. Ia juga kerap mengungkapkan kerinduannya kepada kedua anaknya setelah hampir setahun bertugas di Lebanon.
Suasana rumah duka Kapten Zulmi di Cimahi dipenuhi karangan bunga dan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir bagi prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

Jakarta, Ekoin.co – Duka mendalam menyelimuti keluarga prajurit Tentara Nasional Indonesia, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Perwira Komando Pasukan Khusus tersebut gugur pada Senin (30/3/2026) waktu setempat saat tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (KONGA) dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Insiden terjadi ketika tim escort yang dipimpin almarhum melaksanakan pengawalan konvoi logistik di wilayah Lebanon Selatan. Dalam tugas tersebut, rombongan mengalami serangan yang menyebabkan Kapten Zulmi gugur.

Di mata keluarga, almarhum dikenal sebagai sosok yang religius dan penuh kasih terhadap keluarga. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih berusia 5 tahun dan 1 tahun.

“Almarhum itu kebanggaan keluarga. Orangnya baik sekali dan rajin beribadah,” ujar sepupu almarhum, Risman Efendi, saat ditemui di rumah duka di Cimahi, Rabu (1/4/2026).

Risman mengungkapkan, sebelum gugur, Kapten Zulmi sempat menunaikan ibadah umrah pada Januari 2026 bersama sang istri. Ia juga kerap mengungkapkan kerinduannya kepada kedua anaknya setelah hampir setahun bertugas di Lebanon.

“Beliau sempat bilang rindu keluarga, terutama anak-anaknya. Rencananya Mei nanti sudah pulang ke Indonesia, tapi ternyata takdir berkata lain,” katanya.

Keluarga sempat kehilangan kontak dengan almarhum pada Senin pagi. Kabar duka baru diterima sehari setelahnya, setelah muncul informasi adanya insiden ledakan di wilayah tugas.

Saat ini, jenazah almarhum masih berada di rumah sakit di Lebanon dan keluarga menantikan proses pemulangan ke Tanah Air.

Di lingkungan tempat tinggalnya di Cimahi, Kapten Zulmi juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bersahaja. Ketua RT setempat menyebut almarhum sebagai sosok yang saleh dan menjadi kebanggaan warga.

Kepergian Kapten Zulmi menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa, atas dedikasinya dalam menjaga perdamaian dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini