Rupiah Jebol Rp17.000! Efek ‘Sentimen Trump’ dan Ancaman Defisit APBN Hantui Ekonomi Nasional
Jakarta, Ekoin.co – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.008 pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan signifikan mata uang Negeri Paman Sam.
Rupiah tercatat melemah 25 poin atau 0,15 persen. Di sisi lain, indeks dolar AS mengalami kenaikan 0,49 persen ke level 100,13.
Mayoritas mata uang Asia juga ikut tertekan. Yen Jepang terdepresiasi 0,47 persen, disusul won Korea Selatan sebesar 0,20 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia dan baht Thailand masing-masing melemah 0,29 persen dan 0,17 persen terhadap dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebut penguatan dolar AS dipicu pernyataan Donald Trump yang menegaskan militer AS akan terus menggempur target energi dan minyak Iran dalam beberapa waktu ke depan.
“Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap dari sebelumnya yang membuka peluang meninggalkan Iran tanpa kesepakatan formal,” ujarnya.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati potensi pelebaran defisit APBN 2026. Pemerintah memperkirakan defisit bisa meningkat hingga 2,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari target awal 2,68 persen.
Kenaikan tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang berpotensi bertahan di kisaran US$100 per barel. Kondisi ini berdampak langsung pada beban subsidi energi.
Ibrahim menjelaskan, setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 per barel dapat menambah beban defisit hingga Rp6 triliun. Bahkan, pemerintah diproyeksikan perlu menambah anggaran subsidi energi hingga Rp100 triliun untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil.
“Pemerintah akan melakukan berbagai langkah penghematan untuk mengantisipasi tekanan tersebut,” katanya.
Upaya tersebut meliputi efisiensi belanja kementerian/lembaga secara bertahap serta pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL) guna menutup potensi defisit.
Untuk perdagangan awal pekan depan, Senin (6/4/2026), rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.040 per dolar AS.






















Tinggalkan Balasan