Jakarta, EKOIN.CO – Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh ekosistem perhajian nasional melalui penyelenggaraan Annual Meeting & Hajj Banking Award 2025. Perhelatan bergengsi yang berlangsung pada Selasa, 23 Desember 2025, di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta ini menjadi panggung apresiasi bagi mitra perbankan. Fokus utama acara ini adalah memperkuat sinergi antara BPKH dan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji dalam mengelola dana umat secara transparan.
Hajj Banking Award 2025 menjadi momentum penting bagi industri keuangan syariah untuk meningkatkan standar layanan bagi calon jemaah haji di seluruh pelosok Indonesia. Melalui forum tahunan yang telah digelar sebanyak tiga kali ini, BPKH berupaya melakukan konsolidasi strategis guna menyelaraskan agenda kerja sama tahun mendatang. Pihak penyelenggara menekankan bahwa kualitas kolaborasi yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan yang diterima oleh masyarakat luas.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya terus menjalankan mandat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014. Pengelolaan keuangan haji dilakukan secara profesional dan berkelanjutan demi memberikan nilai manfaat yang optimal bagi seluruh jemaah yang telah menunggu keberangkatan. Sinergi dengan perbankan merupakan elemen krusial dalam penghimpunan pendaftaran yang menjadi pintu awal perjalanan ibadah suci.
Selain menjalankan fungsi operasional, mitra perbankan juga diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi serta literasi mengenai kebijakan pengelolaan keuangan kepada publik. Fadlul Imansyah menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat hanya bisa dijaga jika semua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait akuntabilitas dana haji. Oleh karena itu, BPS-BPIH dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki jangkauan luas untuk menyentuh berbagai lapisan nasabah di tanah air.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BPKH dalam memotivasi para pelaku industri perbankan syariah. Menurut beliau, penghargaan ini merupakan langkah nyata untuk mendorong perbankan agar lebih optimal dalam mengembangkan ekosistem haji dan umrah yang terintegrasi. Dukungan dari kementerian terkait semakin memperkuat posisi BPKH sebagai lembaga pengelola dana yang kredibel di tingkat internasional.

Prestasi Gemilang BSI dalam Hajj Banking Award 2025
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI tampil sangat menonjol dengan menyapu bersih tiga penghargaan utama sebagai bank terbaik di tingkat nasional. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi BSI sebagai lokomotif utama dalam ekosistem haji Indonesia yang memberikan kontribusi signifikan terhadap total dana kelolaan. Prestasi tersebut mencakup kategori pendaftaran haji terbaik, pencapaian target pendaftaran, hingga keberhasilan dalam menggaet minat jemaah dari kalangan generasi muda.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk penguatan motivasi agar perbankan terus melakukan inovasi layanan digital. Meskipun penghargaan tidak bisa menggambarkan seluruh kerja keras mitra, namun forum ini menjadi bukti rasa terima kasih BPKH atas kontribusi sepanjang tahun. BPKH bahkan memberikan hadiah berupa program umrah kepada puluhan perwakilan perbankan yang menunjukkan kinerja paling cemerlang selama periode satu tahun terakhir.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menyatakan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh jemaah dan BPKH terhadap layanan perbankan syariah mereka. Beliau menegaskan bahwa capaian ini merupakan refleksi dari kerja keras seluruh insan perusahaan dalam memfasilitasi kebutuhan spiritual masyarakat. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memikul tanggung jawab besar untuk menjaga amanah jemaah dalam mempersiapkan perjalanan ibadah mereka.
Pertumbuhan jumlah nasabah tabungan haji di BSI tercatat mencapai angka yang sangat fantastis yakni 6,8 juta orang hingga akhir November 2025. Peningkatan sebesar 23 persen secara tahunan ini didorong oleh kemudahan akses melalui platform digital BYOND by BSI yang sangat diminati. Kondisi ini memperkuat likuiditas bank sekaligus memberikan dampak positif bagi kemaslahatan umat melalui skema bagi hasil dan nilai manfaat yang kompetitif.
Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah keberhasilan dalam mengampanyekan program Haji Muda kepada segmen milenial dan generasi Z yang kini semakin peduli finansial. Strategi literasi digital yang masif membuat anak muda sadar bahwa mendaftar haji sejak dini adalah solusi terbaik menghadapi masa tunggu yang lama. Inovasi fitur pendaftaran dan pelunasan secara daring menjadi kunci utama di balik peningkatan minat jemaah usia produktif dalam beberapa tahun terakhir.

Visi Berkelanjutan Ekosistem Haji dan Digitalisasi Layanan
BPKH berharap agar kolaborasi yang sudah terjalin sangat baik ini dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan pada masa yang akan datang. Fokus ke depan tidak hanya terbatas pada penghimpunan dana, melainkan juga pada penguatan aspek digitalisasi layanan yang memudahkan jemaah. Semua pihak diharapkan selaras dengan arah kebijakan pengelolaan keuangan yang profesional agar penyelenggaraan ibadah haji nasional semakin berkualitas.
Implementasi teknologi informasi dalam setiap tahapan pendaftaran haji dipandang sebagai solusi untuk meningkatkan transparansi dan kecepatan proses administrasi. Dengan adanya integrasi sistem antara BPKH dan perbankan, jemaah kini dapat memantau status pendaftaran serta nilai manfaat yang didapat secara langsung. Upaya modernisasi ini terus dilakukan agar layanan perhajian di Indonesia tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan jemaah yang dinamis.
Melalui penghargaan Hajj Banking Award 2025, diharapkan muncul kompetisi yang sehat antar perbankan syariah untuk memberikan layanan terbaik bagi calon tamu Allah. Standar layanan yang tinggi akan tercipta jika setiap bank berlomba-lomba menghadirkan kemudahan serta keamanan bagi nasabahnya. Hal ini sejalan dengan cita-cita besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia yang unggul dalam berbagai sektor.
Sinergi yang kokoh antara lembaga pengelola dan mitra perbankan menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan keuangan haji di tengah tantangan ekonomi global. BPKH terus berupaya mencari peluang investasi yang aman dan menguntungkan agar dana jemaah tetap memberikan manfaat bagi pembangunan nasional. Transparansi dalam pelaporan keuangan menjadi prioritas utama untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi yang mengelola dana besar ini.
Keberhasilan acara Annual Meeting 2025 ini menutup tahun dengan catatan positif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem haji dan umrah. Harapan besar digantungkan pada peningkatan kuota dan kualitas fasilitas di tanah suci yang didukung oleh pendanaan yang kuat dan terencana. BPKH berkomitmen untuk terus menjadi pelayan jemaah yang andal melalui kerja sama strategis yang saling menguntungkan bagi seluruh umat Islam.
Kegiatan Hajj Banking Award 2025 merupakan wujud apresiasi nyata atas dedikasi perbankan syariah dalam mendukung kesuksesan pengelolaan dana haji di Indonesia. Sinergi antara BPKH dan institusi keuangan seperti BSI telah membuktikan bahwa kolaborasi yang kuat mampu menciptakan ekosistem haji yang lebih inklusif. Melalui forum ini, arah kebijakan masa depan semakin jelas guna memberikan pelayanan yang lebih profesional dan transparan bagi masyarakat.
Pencapaian BSI dalam meraih berbagai kategori penghargaan menunjukkan dominasi perbankan syariah yang semakin dipercaya oleh jemaah dari berbagai kelompok usia. Fokus pada segmen haji muda menjadi strategi cerdas dalam menyiasati antrean panjang sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah sejak dini. Inovasi digital menjadi kunci utama bagi perbankan untuk tetap kompetitif dalam melayani kebutuhan jemaah yang semakin melek teknologi.
BPKH terus mendorong adanya peningkatan kualitas layanan yang berdampak langsung pada kenyamanan jemaah selama proses pendaftaran hingga keberangkatan. Dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah memperkuat posisi tawar ekosistem haji Indonesia di mata internasional dalam hal pengelolaan keuangan. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk menjaga integritas dan akuntabilitas dalam setiap rupiah dana yang dititipkan oleh para jemaah.
Kesimpulan dari rangkaian acara ini adalah pentingnya menjaga keberlanjutan nilai manfaat dana haji melalui investasi yang cerdas dan mitra perbankan yang kredibel. Kepercayaan publik merupakan aset yang paling berharga yang harus dijaga melalui pelayanan prima dan keterbukaan informasi. Transformasi digital yang sedang berjalan diharapkan mampu memangkas birokrasi dan memudahkan akses bagi seluruh calon jemaah haji di masa depan.
Optimisme tinggi terpancar dari suksesnya penyelenggaraan forum tahunan ini sebagai modal dasar menyambut musim haji di tahun-tahun mendatang. Kerja sama yang harmonis antara BPKH dan BPS-BPIH diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji nasional. Dengan semangat gotong royong, Indonesia siap menjadi teladan dalam pengelolaan keuangan haji yang profesional, transparan, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





