Swasembada Berlanjut: Mentan Pastikan Stok Beras Aceh Aman hingga 6 Bulan ke Depan

Mentan Amran menambahkan, capaian ini merupakan hasil nyata dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan swasembada pangan nasional melalui program pendampingan petani dan rehabilitasi lahan produktif secara agresif.
Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan. Capaian swasembada pangan Indonesia diperkuat oleh ketersediaan stok beras yang solid, termasuk di Provinsi Aceh yang saat ini memiliki cadangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. (Foto: Dok Kementan)

Lhokseumawe, Ekoin.co – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjamin ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Serambi Mekkah, berada dalam posisi yang sangat aman.

Provinsi Aceh kini tercatat sebagai salah satu daerah dengan cadangan pangan terkuat di Indonesia, dengan stok beras yang mampu memenuhi kebutuhan hingga setengah tahun ke depan.

Pangan Aman di Tengah Pemulihan Pascabencana

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa saat ini total stok beras nasional berada di level solid, yakni melampaui angka 3 juta ton.

Hal ini menjadi angin segar bagi stabilitas harga pangan, terutama bagi wilayah yang tengah berfokus pada pemulihan pascabencana alam.

“Stok nasional kita mencapai 3,2 juta ton. Untuk Aceh sendiri, cadangannya sangat kuat dan mencukupi hingga tiga sampai enam bulan mendatang.

Jadi, warga kita yang terdampak bencana tidak perlu risau, pasokan pangan sangat aman,” tegas Mentan Amran saat meninjau langsung proyek rehabilitasi sawah di Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).

Aceh Kuasai Stok Beras Terbesar di Sumatera

Keberhasilan Aceh dalam menjaga ketersediaan pangan dibuktikan dengan data terbaru dari Perum Bulog. Di wilayah Sumatera Bagian Utara, Aceh memimpin dengan jumlah cadangan beras tertinggi, mengungguli provinsi tetangga.

Berikut rincian cadangan beras di wilayah Sumatera Bagian Utara:

  1. Aceh: 71,3 ribu ton.
  2. Sumatera Utara: 25,7 ribu ton.
  3. Sumatera Barat: 9,7 ribu ton.

Mentan Amran menambahkan, capaian ini merupakan hasil nyata dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan swasembada pangan nasional melalui program pendampingan petani dan rehabilitasi lahan produktif secara agresif.

Target Swasembada Berkelanjutan 2026

Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan kesiapannya untuk mengawal agenda swasembada pangan mulai tahun 2026.

Strategi utama Bulog ke depan adalah memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan menyerap gabah hasil panen petani lokal secara maksimal.

“Alhamdulillah, Indonesia sudah satu tahun ini sukses mencapai swasembada pangan. Kami akan pastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, terjangkau, dan merata untuk seluruh rakyat Indonesia,” tutup Mentan Amran optimis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini