CCTV Dirusak, Brankas SPBU Bekasi Dibobol Komplotan Perampok
Jakarta, Ekoin.co – Komplotan pencuri membobol brankas berisi uang hasil penjualan di SPBU 34.17604 yang berlokasi di RT 001/002, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, uang hasil penjualan SPBU yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dilaporkan raib.
“Perkiraan sekitar Rp 100 juta sampai Rp 130 juta yang diambil. Itu uang hasil penjualan yang ada di brankas. Enggak ada yang lain-lain,” kata Kapolsek Babelan Komisaaris Wito, pada Selasa (10/3/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pencurian tersebut dilakukan oleh empat orang pelaku. Wito menjelaskan, sebelum menjalankan aksinya para pelaku lebih dahulu merusak perangkat kamera pengawas di lokasi.
“Jadi CCTV itu dirusak sama mereka, DVR-nya. Mereka juga bawa pistol mainan, pedang, sama bawa linggis buat nyongkel (membuka) brankas,” ujarnya.
Polisi menduga para pelaku masuk ke area SPBU melalui bagian belakang dengan cara memanjat pagar menggunakan tangga.
“Pelaku melompat dan panjat pagar ya,” ungkap Wito.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni mengatakan, pengungkapan kejadian bermula dari laporan masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110 pada pukul 03.20 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga masuk ke area SPBU dengan merusak pintu.
“Mereka (pelaku) masuk ke area mess SPBU dengan cara merusak pintu dan mengancam korban menggunakan senjata tajam serta besi panjang,” ujar Sumarni.
Setelah berhasil masuk, para pelaku kemudian mendatangi ruangan tempat sejumlah karyawan SPBU sedang beristirahat.
Salah satu korban berinisial M (62) sempat mencoba melawan. Namun, ia mengalami luka pada tangan kiri sebelum akhirnya dilumpuhkan dan diikat menggunakan lakban.
Sementara korban lainnya berinisial B (49) juga mengalami kekerasan berupa tendangan dan pukulan.
“Sedangkan korban lain yakni A (24), M (44), dan H (53) ditutup kepalanya dengan selimut dan diikat menggunakan kabel, lakban, serta tali rafia,” kata Sumarni.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Sudah ada laporannya. Dan sudah cek TKP ya. Kemudian sampai sekarang juga kami lakukan penyelidikan untuk ungkap kasus itu,” imbuhnya.























Tinggalkan Balasan