Trump Murka! AS Ancam Keluar dari NATO, Sekutu Eropa Dituding “Pengkhianat”

Kekecewaan Trump memuncak setelah sejumlah sekutu Eropa menolak mengirim kapal perang untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global yang kini berada dalam tekanan akibat konflik dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump saat memberikan pernyataan terkait NATO, di tengah memanasnya ketegangan dengan Iran dan kritik terhadap sikap sekutu Eropa.

Jakarta, Ekoin.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah drastis: menarik negaranya keluar dari NATO. Wacana ini mencuat setelah Trump kecewa dengan sikap negara-negara Eropa dalam konflik melawan Iran.

Dalam wawancara dengan The Telegraph, Trump menyebut NATO sebagai “macan kertas” yang dinilai tidak menunjukkan kekuatan nyata saat dibutuhkan.

“Saya tidak pernah benar-benar terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka macan kertas, dan Putin juga tahu itu,” ujar Trump.

Kekecewaan Trump memuncak setelah sejumlah sekutu Eropa menolak mengirim kapal perang untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global yang kini berada dalam tekanan akibat konflik dengan Iran.

Tak hanya itu, negara-negara Eropa juga disebut enggan memberikan akses pangkalan militer mereka untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat. Sikap tersebut dinilai Trump sebagai bentuk ketidaksigapan bahkan “pengkhianatan” terhadap aliansi.

Di sisi lain, para pemimpin Eropa memiliki pandangan berbeda. Mereka menilai konflik yang dipimpin AS terhadap Iran merupakan keputusan sepihak tanpa konsultasi dengan sekutu. Selain itu, kekhawatiran akan terseret dalam konflik berkepanjangan seperti di Irak dan Afghanistan menjadi alasan utama penolakan tersebut.

Sejumlah pejabat Eropa juga menegaskan bahwa NATO dibentuk sebagai aliansi pertahanan kolektif, bukan untuk mendukung operasi militer ofensif.

Meski demikian, Trump tetap bersikukuh bahwa sekutu seharusnya memberikan dukungan otomatis terhadap Amerika Serikat dalam situasi konflik.

“Seharusnya itu otomatis,” tegasnya.

Pernyataan keras ini memicu kekhawatiran baru terkait masa depan NATO, yang selama lebih dari tujuh dekade menjadi pilar utama keamanan transatlantik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini