EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM CEK FAKTA
Cek Fakta Video PM Thailand Hina Indonesia Pemerintah Tegaskan Itu Adalah Hoaks

Cek Fakta Video PM Thailand Hina Indonesia Pemerintah Tegaskan Itu Adalah Hoaks

Video tersebut telah dimanipulasi secara digital dan tidak mencerminkan pidato asli PM Thailand. Pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada pernyataan resmi dari PM Thailand terkait hal itu

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
2 Agustus 2025
Kategori CEK FAKTA, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Beredar video di media sosial yang mengklaim Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menyebut Indonesia sebagai negara miskin dan banyak dihuni maling. Video tersebut mulai tersebar luas sejak Rabu, 31 Juli 2025, melalui berbagai platform digital, termasuk Facebook. Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim dalam video itu tidak benar dan telah disunting dari konteks aslinya.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Video tersebut memperlihatkan PM Thailand sedang memberikan pidato dengan narasi berbahasa Indonesia yang menyebut, “Indonesia enggak usah ikut campur Thailand negara kuat negara kaya sedangkan Indonesia negara besar tapi miskin negara yang banyak dihuni maling.” Potongan kalimat itu membuat heboh warganet dan menimbulkan kecaman luas.

Namun, menurut hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh Liputan6.com pada 2 Agustus 2025, tidak ditemukan bukti bahwa PM Paetongtarn pernah menyampaikan pernyataan seperti dalam video tersebut. Video tersebut telah mengalami penambahan narasi yang tidak sesuai dengan pidato asli.

video yang tersebar adalah hasil manipulasi digital dengan suara yang didubbing dan tidak mencerminkan isi pidato PM Thailand secara sebenarnya. Selain itu, tidak ada media arus utama di Thailand atau internasional yang memberitakan pernyataan kontroversial tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

Pemeriksaan lebih lanjut juga menemukan bahwa tidak ada agenda resmi PM Paetongtarn Shinawatra yang membahas Indonesia secara negatif dalam beberapa minggu terakhir. Kegiatan resmi PM Thailand justru berfokus pada agenda ekonomi dalam negeri dan hubungan diplomatik positif dengan negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Tidak Ada Bukti Pernyataan Paetongtarn Soal Indonesia

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kedutaan Besar Thailand di Jakarta terkait video yang beredar. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI telah menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak menerima nota diplomatik apapun terkait pernyataan tersebut.

“Setelah kami telusuri, video itu palsu dan tidak dapat dijadikan acuan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial,” kata juru bicara Kemenlu RI dalam keterangannya, Jumat (2/8/2025).

Sejalan dengan itu, pakar media digital dari Universitas Indonesia, Irfan Setiawan, menyebut video seperti itu merupakan bentuk disinformasi yang kerap muncul menjelang momen politik penting, baik di Indonesia maupun negara lain.

“Manipulasi video dengan menambahkan narasi palsu bisa membentuk opini publik yang salah. Hal ini membahayakan hubungan diplomatik antar negara,” ujar Irfan.

Pemerintah Thailand juga belum memberikan tanggapan resmi, namun tidak ada satupun media massa di Thailand yang mengutip atau menayangkan pernyataan PM Paetongtarn seperti dalam video yang beredar.

Waspadai Disinformasi Jelang Tahun Politik

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI pun telah menindaklanjuti penyebaran video tersebut dengan melakukan pemblokiran terhadap sejumlah akun yang terbukti menyebarkannya. Kominfo juga meminta masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya.

“Tim kami sudah mengidentifikasi video tersebut sebagai konten manipulatif. Kami mengajak masyarakat melaporkan konten serupa melalui kanal aduan resmi,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan.

Ia menambahkan bahwa penyebaran berita bohong seperti ini dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Seorang pengguna Facebook yang pertama kali mengunggah video itu kini dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwajib. Penelusuran identitas akun terus dilakukan guna mencegah penyebaran hoaks serupa di masa mendatang.

Berdasarkan catatan, video serupa pernah beredar pada tahun-tahun sebelumnya, menggunakan figur pejabat asing dan mengandung narasi provokatif. Hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap kritis terhadap konten viral.

Sementara itu, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand masih berjalan normal. Keduanya tergabung dalam ASEAN dan secara berkala menjalin kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, serta pertahanan.

Para ahli keamanan siber menyarankan agar masyarakat memperbarui perangkat lunak digital untuk menghindari paparan konten hoaks dan memanfaatkan kanal resmi pemerintah dalam mencari informasi.

Pakar hubungan internasional, Dr. Anita Lestari dari Universitas Gadjah Mada, menegaskan bahwa hoaks semacam ini bisa merusak citra negara di mata dunia dan menciptakan ketegangan yang tidak perlu. “Penting untuk menjaga kehati-hatian dan ketelitian,” ungkapnya.

Dengan penyebaran video palsu tersebut, pihak berwenang mengimbau agar masyarakat berhati-hati serta mendukung upaya penanggulangan hoaks demi menjaga stabilitas sosial dan politik di dalam negeri.

klaim bahwa PM Thailand menyebut Indonesia negara miskin dan penuh maling adalah tidak benar. Video yang beredar merupakan manipulasi dan bertujuan menyesatkan opini publik.

Masyarakat disarankan untuk tidak langsung mempercayai konten viral tanpa konfirmasi sumbernya. Verifikasi informasi penting agar tidak terjerumus dalam penyebaran hoaks yang merugikan.

Kehati-hatian dan sikap kritis dalam menerima informasi digital adalah langkah awal melindungi diri dari misinformasi. Pemerintah juga diharapkan meningkatkan literasi digital secara masif.

Menjaga hubungan diplomatik antar negara adalah tanggung jawab bersama, sehingga informasi palsu harus dilawan secara kolektif. Kolaborasi antar lembaga dan masyarakat sipil perlu diperkuat.

Melaporkan konten hoaks ke platform media sosial dan otoritas terkait adalah kontribusi penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan terpercaya. ( * )


 

Tags: Indonesia miskinklarifikasi pemerintah.malingPaetongtarn ShinawatraPM Thailandvideo hoaks
Post Sebelumnya

Rumah Sakit Singapura Kewalahan Tangani Permintaan IVF

Post Selanjutnya

Ganti Foto KTP Resmi Dukcapil Tidak Bisa Sembarangan Apa Saja Syaratnya

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Empat Pilar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pernyataan Bahlil dibaca sebagai sinyal penguatan agenda desentralisasi ekonomi dan keberpihakan pada pemerataan pembangunan, sekaligus menempatkan Golkar sebagai partai yang...

Ketua DPP PKB Saiful Huda

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Menurut Huda, perhatian PKB saat ini tertuju pada agenda strategis ekonomi yang disebut sebagai penguatan “ekonomi konstitusi”, terutama implementasi Pasal...

Tangkapan Layar Suasana jalan protokol yang dipenuhi atribut partai bersamaan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban baliho yang merusak pemandangan kota. Konsistensi penegakan aturan tata ruang kini menjadi sorotan publik demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Perdebatan kemudian bergeser pada isu standar penertiban. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah aturan estetika kota akan diterapkan merata, baik...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sebanyak tujuh orang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam di Kota Depok....

Post Selanjutnya
Ganti Foto KTP Resmi Dukcapil Tidak Bisa Sembarangan Apa Saja Syaratnya

Ganti Foto KTP Resmi Dukcapil Tidak Bisa Sembarangan Apa Saja Syaratnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.