EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Pabrik perakitan mobil listrik milik VinFast baru berdiri di Subang, Jawa Barat, langsung mendapat aksi demonstrasi dari ratusan warga setempat yang menuntut perusahaan agar mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal.

Pabrik perakitan mobil listrik milik VinFast baru berdiri di Subang, Jawa Barat, langsung mendapat aksi demonstrasi dari ratusan warga setempat yang menuntut perusahaan agar mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal.

Cuma Mikir Jangka Pendek, Pemerintah Dituding ‘Buta’ Risiko Krisis Iklim Usai Wacana Setop Insentif PPN Mobil Listrik

Admin EKOIN.CO oleh Admin EKOIN.CO
3 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA,Ekoin.co – Rencana pemerintah untuk menghentikan insentif kendaraan listrik pada tahun 2026 mendapat kritik tajam dari kalangan pengamat energi.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai langkah tersebut merupakan kebijakan yang tidak tepat dan berisiko menghambat momentum transisi energi di Indonesia.

Fabby menegaskan bahwa nilai insentif yang dikeluarkan negara saat ini masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan beban ekonomi raksasa yang harus ditanggung akibat kerusakan lingkungan dan memburuknya kesehatan masyarakat akibat emisi transportasi.

Menurutnya, pemerintah harus melihat kebijakan ini melalui kacamata jangka panjang, bukan sekadar efisiensi anggaran sesaat.

“Biaya pemulihan lingkungan dan peningkatan penyakit akibat polusi akan menimbulkan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan anggaran insentif saat ini.

Berita Menarik Pilihan

Rupiah Dekati Level Psikologis Rp 17.000, Menkeu Purbaya: Fundamental Solid, Jauh dari Bayang-Bayang Krisis

IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Kamis Pagi, 0,46% ke Level 9.052

Wacana pencabutan insentif mencerminkan cara pandang yang terlalu pendek dan mengabaikan risiko krisis iklim,” ujar Fabby di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Apabila insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dihentikan, Fabby memprediksi harga mobil listrik akan melonjak signifikan.

Lonjakan harga ini dipastikan akan memukul minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil. Padahal, percepatan adopsi kendaraan listrik adalah kunci utama dalam menekan ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Berdasarkan catatan IESR, penggunaan satu unit mobil listrik dengan jarak tempuh 20.000 kilometer per tahun mampu mengurangi impor BBM hingga 1.320 liter.

Artinya, jika insentif dicabut dan minat masyarakat turun, defisit neraca perdagangan Indonesia justru berisiko semakin membengkak akibat ketergantungan impor energi yang terus berlanjut.

Tak hanya soal lingkungan dan BBM, Fabby juga mengingatkan dampak serius terhadap iklim investasi.

Penghentian insentif dapat menghambat masuknya investasi sektor baterai yang diproyeksikan mencapai Rp544 triliun hingga tahun 2060.

Banyak investor saat ini tengah membangun fasilitas produksi dan sangat membutuhkan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Oleh karena itu, IESR mendorong pemerintah untuk tetap mempertahankan insentif kendaraan listrik.

Keberlanjutan kebijakan ini dinilai sangat krusial untuk menjaga momentum transisi energi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh hak atas kualitas udara yang lebih bersih di masa depan.

Tags: ekonomi hijauFabby TumiwaIESRInsentif Kendaraan ListrikInvestasi BateraiKebijakan PPN 1%krisis iklimMobil Listrik Indonesiapolusi udaratransisi energi
Post Sebelumnya

Update Harga Emas Pegadaian Akhir Pekan: UBS Turun Harga, Galeri24 Masih Kokoh

Post Selanjutnya

Gemas Tawuran Berulang, Legislator Kebon Sirih Usul Keluarga Pelaku Dicoret dari Daftar Penerima Bansos

Admin EKOIN.CO

Admin EKOIN.CO

Berita Terkait

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Rupiah Dekati Level Psikologis Rp 17.000, Menkeu Purbaya: Fundamental Solid, Jauh dari Bayang-Bayang Krisis

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Perry menambahkan bahwa BI akan memastikan rupiah bergerak dalam koridor yang mendukung kestabilan ekonomi nasional, sekaligus memberikan kepercayaan bagi pelaku...

IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Kamis Pagi, 0,46% ke Level 9.052

IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Kamis Pagi, 0,46% ke Level 9.052

oleh Akmal Solihannoer
22 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis pagi, 22...

Pemandangan salah satu los daging di pasar tradisional Jabodetabek yang nampak sepi tanpa aktivitas perdagangan, Kamis (22/1/2026). (Ekoin.co/Ilustrasi)

Pasar Daging Jabodetabek Lumpuh: Ribuan Pedagang Mogok Massal Protes Lonjakan Harga Sapi Hidup

oleh Iwan Purnama
22 Januari 2026
0

Mereka menuntut adanya jaminan harga sapi hidup yang kompetitif agar lingkungan perdagangan kembali kondusif.

Grafis data laporan kerugian masyarakat akibat scam yang mencapai Rp 9,1 triliun berdasarkan rilis terbaru OJK dan IASC per Januari 2026. Sebanyak 397 ribu rekening telah diblokir untuk memutus rantai aliran dana hasil penipuan. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

Indonesia Darurat Penipuan Digital: Kerugian Tembus Rp 9,1 Triliun, Ratusan Ribu Rekening Diblokir IASC

oleh Hasrul Ekoin
22 Januari 2026
0

Transaksi belanja fiktif menempati posisi pertama dengan lebih dari 73 ribu laporan, diikuti panggilan palsu (impersonation), investasi bodong, lowongan kerja...

Post Selanjutnya
Ilustrasi

Gemas Tawuran Berulang, Legislator Kebon Sirih Usul Keluarga Pelaku Dicoret dari Daftar Penerima Bansos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.