Aceh Utara EKOIN.CO – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melakukan pembersihan lumpur dan material sisa banjir bandang di sejumlah fasilitas pendidikan terdampak di Aceh Utara.
Kegiatan ini berlangsung pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 sebagai bagian dari fase pemulihan pascabencana.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekolah. Selain itu, upaya ini ditujukan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
Aksi BNI sejalan dengan target Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB menargetkan sekolah-sekolah terdampak banjir di Aceh Utara dapat kembali beroperasi pada awal Januari 2026.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama dalam pemulihan awal. Menurutnya, sekolah merupakan sarana vital bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak pascabencana.
“BNI berupaya hadir melalui aksi nyata di lapangan. Pembersihan sekolah dari lumpur dan material sisa banjir diharapkan dapat mempercepat pemulihan lingkungan belajar sehingga kegiatan pendidikan dapat segera berjalan kembali,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Kegiatan pembersihan ini dilakukan secara terkoordinasi dengan berbagai pihak. BNI terlibat aktif bersama Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara melalui program BUMN Peduli bertajuk Satu Hati untuk Sumatera.
Program tersebut berada di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Melalui sinergi ini, penanganan dampak banjir dilakukan secara terstruktur dan terukur.
Fasilitas pendidikan yang menjadi fokus kegiatan kali ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri atau Sekolah Dasar Islam Negeri 33 Aceh Utara. Sekolah tersebut terdampak cukup parah akibat terjangan banjir bandang.
Untuk mendukung proses pembersihan, BNI mengerahkan sejumlah sarana. Alat berat berupa excavator dan dump truck digunakan untuk mengangkut lumpur dan material sisa banjir.
Selain itu, mobil tangki air dikerahkan untuk membersihkan area kelas dan halaman sekolah. Sejumlah tenaga kerja lapangan juga dilibatkan agar proses berjalan lebih cepat.
BNI memastikan seluruh kegiatan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan. Koordinasi dengan pihak sekolah dan aparat setempat dilakukan sejak awal pelaksanaan.
Langkah ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BNI. Program tersebut dijalankan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.
Tidak hanya pembersihan awal, BNI juga membuka peluang dukungan lanjutan. Dukungan tersebut mencakup renovasi fasilitas dan perbaikan sarana pendukung pendidikan.
“Kami berharap dukungan ini dapat membantu menciptakan kembali lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sehingga siswa dan tenaga pendidik dapat kembali beraktivitas secara normal,” tegas Okki.
BNI menilai pemulihan sektor pendidikan memiliki dampak jangka panjang. Pendidikan menjadi fondasi penting bagi pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana.
Melalui sinergi lintas pemangku kepentingan, proses pemulihan diharapkan berjalan lebih efektif. Keterlibatan berbagai pihak mempercepat penanganan dampak banjir.
BNI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penanganan bencana. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan.
Upaya ini mencerminkan peran aktif BNI sebagai BUMN dalam mendukung masyarakat. Kehadiran langsung di lapangan menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Dengan lingkungan sekolah yang mulai pulih, aktivitas pendidikan di Aceh Utara diharapkan segera kembali berjalan. Langkah ini sejalan dengan target pemulihan nasional.
BNI menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Dukungan lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Sebagai penutup, BNI mengimbau seluruh pihak untuk menjaga fasilitas pendidikan yang telah dibersihkan. Partisipasi masyarakat diperlukan agar lingkungan sekolah tetap terawat.
Selain itu, koordinasi antarinstansi perlu terus diperkuat. Sinergi yang solid akan mempercepat pemulihan pascabencana.
Pemulihan pendidikan diharapkan menjadi titik awal kebangkitan sosial masyarakat Aceh Utara. Sekolah yang berfungsi kembali akan mendukung stabilitas aktivitas warga.
BNI juga mengajak pihak lain untuk berkontribusi sesuai peran masing-masing. Dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilan pemulihan.
Dengan komitmen berkelanjutan, pemulihan pascabanjir di Aceh Utara diharapkan berjalan optimal. Pendidikan kembali menjadi ruang aman bagi generasi muda. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





