Aceh Tamiang,Ekoin.co — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI ikut ambil bagian dalam pembangunan Hunian Danantara bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pada tahap pertama, sebanyak 600 unit hunian sementara diserahterimakan kepada pengungsi, dengan kontribusi BNI mencapai 120 unit atau sekitar 20 persen.
Program Hunian Danantara berada di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dan melibatkan sejumlah BUMN.
Pemerintah menargetkan pembangunan total 15.000 unit hunian di berbagai daerah terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, keterlibatan BNI merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang sejalan dengan agenda nasional penanganan bencana. Menurutnya, sinergi BUMN memungkinkan pembangunan hunian tetap berjalan cepat dengan standar kualitas yang terjaga.
“Dari 600 unit hunian tahap pertama di Aceh Tamiang, BNI berkontribusi 120 unit. Ini bagian dari sinergi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia,” kata Okki dalam keterangan tertulis.
Serah terima hunian dilakukan di kawasan Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, dan dipimpin Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas. Hunian tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang lebih layak dibandingkan tenda pengungsian.
Setiap unit Hunian Danantara dilengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi memadai, musala, taman bermain ramah anak, serta akses WiFi untuk mendukung kebutuhan informasi dan pendidikan warga.
Sebelum diserahterimakan, kesiapan bangunan telah ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pimpinan Danantara Indonesia pada 1 Januari 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas material dan keamanan bangunan.
Pembangunan hunian ini dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya (Persero) bersama BUMN karya lainnya. Pemerintah menilai kolaborasi lintas BUMN menjadi kunci percepatan penyediaan hunian bagi korban bencana.
BNI menegaskan dukungan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Perseroan juga berkomitmen mendukung pemulihan ekonomi warga melalui pendampingan dan akses layanan keuangan, termasuk bagi pelaku usaha kecil di kawasan hunian.
Pembangunan Hunian Danantara turut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Pemerintah berharap program ini menjadi model penanganan darurat pascabencana yang lebih cepat, terukur, dan manusiawi.
Dengan rampungnya tahap pertama, pemerintah optimistis target penyediaan 15.000 unit hunian bagi korban bencana di Sumatra dapat segera tercapai.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





