IHSG Dibuka Melemah ke 7.699, Sentimen Konflik Iran dan Kenaikan Harga Minyak Tekan Pasar

Penurunan IHSG juga pengaruh bursa luar negeri. Bursa saham Asia-Pasifik turun pada hari Jumat, mengikuti penurunan Wall Street Amerika Serikat (AS) semalam, karena konflik Iran mendorong harga minyak naik.
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada awal perdagangan Jumat (6/3/2026) dibuka melemah mengikuti tekanan pasar global dan lonjakan harga minyak dunia.

Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 11,07 poin atau 0,14 persen ke posisi 7.699,47 pada hari ini Jumat (6/3) pagi. Pada penutupan perdagangan Kamis sore, indeks berhasil rebound.

Data dari lantai bursa, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,61 poin atau 0,20 persen ke posisi 786,21.

Penurunan IHSG juga pengaruh bursa luar negeri. Bursa saham Asia-Pasifik turun pada hari Jumat, mengikuti penurunan Wall Street Amerika Serikat (AS) semalam, karena konflik Iran mendorong harga minyak naik.

Lalu indeks saham Kospi Korea Selatan kembali merosot dan turun 0,87%, setelah mencatatkan hari terbaiknya sejak 2008 pada sesi perdagangan sebelumnya. Namun, indeks saham Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil memperpanjang kenaikannya menjadi 2,45%.

Saham perusahaan pertahanan raksasa LIG Nex1 naik hampir 10%, dan menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi di indeks Kospi, setelah media Korea Selatan melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil digunakan untuk mencegat rudal Iran yang diluncurkan ke Uni Emirat Arab.

Indeks saham Nikkei 225 Jepang turun 0,24%, sementara indeks saham Topix mengalami penurunan yang lebih dalamsebesar 0,42%. Indeks saham S&P/ASX 200 Australia turun 1,09% pada perdagangan awal, terseret oleh saham-saham sektor bahan baku.

Indeks saham Hang Seng Hong Kong berada di 25.037, lebih rendah dari penutupan terakhir HSI di 25.321,34.

Sementara harga minyak menembus angka USD 80 per barel, dengan harga minyak Brent berjangka naik 3,54% dan terakhir diperdagangkan pada USD 84,31. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2% menjadi USD 79,38.

Diketahui, IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis sore setelah investor memanfaatkan momentum penurunan harga saham untuk melakukan aksi bargain hunting atau berburu saham murah.

IHSG menguat 133,48 poin atau 1,76 persen ke posisi 7.710,54. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 15,37 poin atau 1,99 persen ke posisi 787,82. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini