Aksi “Konvoi Zig-Zag” di Tol Becakayu Viral, Polisi Buru Pemilik 5 Mobil yang Bikin Jalanan Mencekam
Jakarta, Ekoin.co – Aksi berbahaya sejumlah kendaraan yang melakukan manuver zig-zag di Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) viral di media sosial dan memicu perhatian aparat kepolisian.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kini tengah menelusuri identitas para pengemudi kendaraan tersebut.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat sedikitnya lima mobil melaju dengan jarak berdekatan sambil melakukan manuver zig-zag dari lajur kiri ke lajur kanan secara bersamaan di ruas tol Becakayu.
Aksi konvoi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya karena dilakukan dalam kecepatan tinggi dan berpotensi memicu kecelakaan beruntun.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Reiki Indra Brata Manggala, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi kendaraan yang terlibat melalui rekaman kamera pengawas.
“Kami sudah identifikasi untuk kendaraannya melalui CCTV (kamera pengawas), dan sudah kami dapat datanya sesuai nomor polisi yang terdaftar,” kata Reiki dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, langkah selanjutnya adalah menelusuri dan mendatangi para pemilik kendaraan untuk dimintai klarifikasi terkait aksi yang dilakukan di jalan tol tersebut.
“Kami akan melakukan teguran secara lisan dan memberikan pengarahan yang bersifat edukatif kepada pengendara tersebut,” ujarnya.
Reiki menambahkan langkah tersebut merupakan upaya preventif agar para pengemudi memahami risiko yang ditimbulkan dari aksi berbahaya tersebut dan tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
“Karena dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya,” ucapnya.
Aksi zig-zag di jalan tol dengan kecepatan tinggi dinilai sangat berbahaya. Selain melanggar etika berkendara, tindakan tersebut juga bertentangan dengan aturan keselamatan lalu lintas, terutama terkait kewajiban menjaga jarak aman antar kendaraan.
Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menjelaskan bahwa pengendara seharusnya menjaga jarak ideal empat detik dengan kendaraan di depan saat melaju di jalan tol.
Menurut Sony, rumus empat detik tersebut mencakup berbagai faktor keselamatan, mulai dari waktu reaksi pengemudi, kondisi kendaraan seperti rem dan ban, kondisi permukaan jalan serta faktor keselamatan tambahan yang tidak terduga.
“Jaga jarak yang ideal 4 detik di jalan tol dengan perhitungan mewakili: 1 detik reaksi pengemudi dalam berpikir dan bereaksi, 1 detik kondisi beban kendaraan, rem dan ban, 1 detik kondisi permukaan jalan, kelembapan, angin, lingkungan, dan 1 detik faktor keselamatan yang tidak diperhitungkan,” jelasnya.






















Tinggalkan Balasan