Jakarta, ekoin.co – Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar retreat untuk menteri-menterinya, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/2).
Retreat ini dinilai momen penting bagi Prabowo mengevaluasi kinerja para pembantunya.
Bahkan Yusak Farchan, analis politik Citra Institute mendorong Presiden tidak perlu ragu untuk mengevaluasi kinerja menteri.
“Saya kira presiden tidak harus menunggu laporan masyarakat atau menunggu suatu peristiwa viral dahulu, baru mengambil tindakan,” kata Yusak kepada Ekoin.co, Selasa (6/1).
Yusak meminta tegas menilai para menterinya. Selama setahun pemerintahan berjalan, ada menteri yang melenceng dan tak senafas dengan visi misi Prabowo.
“Kalau dipandang ada menteri yang kinerjanya loyo, segera diperingatkan. Kalau tidak bisa memenuhi target, diganti saja,” ucap Yusak.
Yusak Farchan pun menilai retreat kabinet pemerintahan Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/2), memang perlu dilakukan.
Sebab, retreat untuk pembantu presiden penting, bukan hanya untuk menyelaraskan visi misi dan program pemerintahan, tetapi juga untuk bahan evaluasi.
“Retreat kabinet saya kira bagus, kalau perlu dilakukan secara berkelanjutan,” kata Yusak.
Dalam retreat di Hambalang, Presiden Prabowo Subianto menekankan kembali visi besar pemerintahannya yang poin-poinnya terangkum dalam buku “Strategi Transformasi Bangsa”.
Poin-poin substansi dari “Strategi Transformasi Bangsa” itu dipaparkan kembali dalam Taklimat Awal Tahun 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh anggota Kabinet Merah Putih, kepala badan, pimpinan lembaga, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan kepala staf dari tiga matra TNI.(*)





