Seleksi FKDM Jakpus Diduga Cuma Formalitas: Tes Nihil, Nama Titipan Sudah Jadi
Jakarta, Ekoin.co – Perekrutan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Pemerintahan Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) dinilai tidak transparan dan terindikasi adanya orang titipan yang menjadi anggota FKDM periode tahun 2026 hingga 2031.
Siswoyo salah satu peserta calon FKDM menilai bahwa perekrutan FKDM periode masa kerja 2026 hingga 2031 dinilai tidak transparan. Bukan hanya itu saja, beberapa anggota yang saat ini sudah jadi FKDM terindikasi banyak yang merupakan orang titipan.
“Saya bingung kok ini tidak ada tes sama sekali, tiba – tiba nama – nama warga yang mengikuti perekrutan calon FKDM sudah keluar namanya,” ucap Siswoyo saat diwawancarai, Selasa (24/2/2026).
Siswoyo mengatakan, dirinya merupakan salah satu peserta calon FKDM yang saat ini namanya tidak masuk tanpa adanya proses seleksi. Seluruh persyaratan untuk menjadi FKDM pun telah dipenuhi seperti pemberkasan administrasi.
“Pemberkasan administrasi seperti pembuatan SKCK, surat kesehatan, legalisir ijazah, dan surat pernyataan disertai materai,” terangnya.
Siswoyo yang merupakan warga Kelurahan Bungur mengatakan seluruh proses administrasi perekrutan calon FKDM telah dipenuhi. Dirinya menyerahkan persyaratan administrasi kepada Kepala Seksi Pemerintahan (Kasiepem) Kelurahan Bungur Desember 2025.
“Yang sudah – sudah itu, setelah proses penyerahan administrasi baru ada ujian lagi. Lah ini kita tidak tahu apakah kelengkapan administrasi saya dinyatakan lolos atau tidak. Terus tidak ada kabar mengenai jadwal tes dalam peserta calon FKDM malah sudah keluar nama-nama anggota FKDM yang baru,” ucap.
Dirinya berharap, Walikota Jakarta Pusat, Arifin untuk lebih transparan dalam perekrutan FKDM. Siswoyo mengatakan dengan tegas tidak akan mempermasalahkan hasil FKDM yang baru jika memang dilakukan secara transparan.
“Kalau misalkan hasil tes saya tidak masuk ya saya legowo. Lah ini malah tidak ada tes justru ada nama – nama yang sudah terpilih. Saya sangat kecewa sekali, sudah habis waktu dan uang juga seperti buat SKCK, pembelian materai,” ucapnya.
Sementara itu, Doni Wendra yang pernah menjadi panitia perekrutan FKDM melihat dalam proses perekrutan disinyalir adanya permainan seperti adanya orang titipan dan tidak transparan.
“Biasanya setelah proses administrasi kemudian ada tes psikotes, calon harus tahu kearifan lokal, serta calon tersebut punya komunikasi ataupun kordinasi yang baik seperti ke pihak kelurahan, Satpol PP, Babinkantibmas dan Binmas,” tegasnya.
Doni mengatakan, dirinya akan mendatangi Gubernur DKI Jakarta, Pramono untuk mengadukan perekrutan FKDM di Jakarta Pusat tidaklah tranparan. Dalam hal ini yang bertanggungjawab adalah Kesbangpol Pemkot Jakarta Pusat.
“Nama – nama yang terpilih tersebut dalam SKnya itu ditandatangani oleh walikota langsung. Kalau nama – nama tersebut sudah ada untuk apalagi calon – calon perekrutan FKDM itu dibuka,” terang Doni mantan panitia perekrutan FKDM.

Tinggalkan Balasan