JK Peringatkan Ancaman Krisis BBM, Perang AS–Israel vs Iran Bisa Lumpuhkan Pasokan Energi RI

Mantan Wapres Jusuf Kalla ingatkan suplai BBM dari Timur Tengah terputus total pasca-serangan AS-Israel ke Iran. Cadangan nasional hanya cukup untuk 3 minggu.
Ainurrahman Hasrul Ekoin
Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat memberikan analisis mengenai dampak konflik Timur Tengah bagi ekonomi domestik. Ketergantungan Indonesia pada impor minyak mentah dari negara-negara Teluk membuat ketahanan energi nasional sangat rentan terhadap eskalasi perang di kawasan tersebut. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Ekoin.co – Indonesia bakal kena imbas konflik Amerika Serikat bersama Israel vs Iran. Salah satunya Indonesia akan mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

“Tentu harga minyak naik. Pasti, itu pertama,” ujar Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla alias JK di Jakarta, Senin (2/3).

JK berpandangan ketegangan di kawasan Arab akan menggerek harga minyak karena akses impor minyak dari Timur Tengah yang melewati Iran terputus.

“Ya kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti stop. Jadi, ekonomi kita akan terkena di situ,” katanya.

Dijelaskan JK, suplai bahan minyaj kemungkinan berhenti karena Iran turut menyerang Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.

“Iran menyerang Kuwait, Doha (Qatar, red.), dan Dubai (UEA, red.) karena di situ ada pangkalan Amerika. Efeknya ke negara itu. Nah itu yang akan terjadi semua. Satu hari ini kelihatan belum terasa, tetapi satu minggu akan terasa,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan pemerintah Republik Indonesia untuk berhati-hati karena bila serangan terhadap Iran terus berlangsung hingga sebulan ke depan, maka berdampak pada stok BBM di Indonesia.

“Rata-rata persediaan kita tiga minggu. Jadi, setelah itu mungkin masih ada di Singapura. Akan tetapi, suplai dari Saudi, Iran, ataupun Kuwait itu sekarang pasti terputus,” katanya.

Diketahui, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Dan bersamaan Presiden AS Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Dalam serangan itu, pemimpin tertinggi Iran Khemenei meninggal.

Meresposn serangan itu, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di negera Arab. Mulai dari Yordania, Kuwat, Qotar hingga Arab Saudi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini