IHSG Pagi Ini Ambruk 142 Poin, Investor Terkapar Tekanan Geopolitik
Jakarta, Ekoin.co – Perdagangan pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dalam dan kehilangan 142,58 poin atau ambruk 1,73% ke level 8.092,90. Semua saham kompak memerah.
Sebanyak 556 saham turun, 56 naik, dan 103 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 708,27 miliar, melibatkan 976,34 juta saham dalam 104.578 kali transaksi.
Mengutip data RTI, Senin (2/3/2026), IHSG per pukul 09.05 WIB melemah 1,58% atau sekitar 129 poin ke level 8.105,76. Paling dalam IHSG anjlok hampir 2%, tepatnya melemah 1,8% atau turun 151 poin di level 8.049,38.
Berdasarkan riset harian BRI Danareksa Sekuritas, tekanan pasar datang dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang mendorong pelaku pasar global beralih ke aset safe haven.
Bursa saham Wall Street sebelumnya ditutup di zona merah. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,05 persen ke level 48.977,92. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi 0,43 persen ke level 6.878,88 dan Nasdaq turun 0,92 persen ke level 22.668,21.
Analis BRI Danareksa menyebutkan bahwa pasar saat ini juga mencermati potensi kenaikan harga minyak dunia apabila terjadi gangguan distribusi di Selat Hormuz. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan inflasi global sekaligus mendorong kenaikan biaya produksi emiten.
Meski demikian, pelemahan IHSG diperkirakan relatif tertahan. Hal ini mengingat komposisi indeks yang cukup banyak dihuni saham berbasis komoditas yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga energi dan emas.
Secara teknikal, IHSG memiliki area support terdekat di kisaran 8.150 hingga 8.100. (*)























Tinggalkan Balasan