Prabowo dan Presiden Mesir Dorong Perjanjian Ekonomi, Bentuk Dana Investasi Bersama
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyepakati langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral kedua negara. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026), kedua pemimpin mendorong pembentukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi (EPA) dan menyambut baik rencana pembentukan dana investasi bersama Indonesia-Mesir.
EPA Indonesia-Mesir Jadi Prioritas
Perjanjian Kemitraan Ekonomi atau Economic Partnership Agreement (EPA) antara Indonesia dan Mesir menjadi agenda utama dalam pertemuan bilateral tersebut. EPA ini diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan kedua negara yang saat ini masih di bawah potensi optimal. Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Mesir tercatat sekitar 2,8 miliar dolar AS.
Presiden Prabowo menekankan bahwa EPA akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di Mesir dan kawasan Afrika Utara. Mesir adalah gerbang menuju pasar Afrika yang memiliki populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa.
Dana Investasi Bersama untuk Infrastruktur
Selain EPA, kedua presiden juga menyambut pembentukan dana investasi bersama yang difokuskan pada sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan ketahanan pangan. Dana ini akan dikelola secara kolaboratif oleh Indonesia Investment Authority (INA) dan Sovereign Fund of Egypt.
Pembentukan dana investasi bersama ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Mesir menawarkan peluang investasi menarik terutama di sektor infrastruktur dan manufaktur.
Kerja Sama Kelautan dan Perikanan
Indonesia dan Mesir juga bersepakat memperkuat kerja sama di bidang kelautan dan perikanan. Kedua negara berkomitmen memberantas penangkapan ikan ilegal (IUU Fishing). Kerja sama mencakup pertukaran teknologi pengawasan perairan, pelatihan aparat keamanan laut, dan pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan.
Pertemuan bilateral Prabowo-el-Sisi ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik Indonesia-Mesir yang telah terjalin sejak 1947. Kedua negara sepakat menindaklanjuti kesepakatan melalui pembentukan kelompok kerja bersama yang akan menyusun peta jalan implementasi EPA dan dana investasi dalam enam bulan ke depan.























Tinggalkan Balasan